Rabu, Desember 12, 2012

Malu Malu Asu


Hujan bunga-bunga berbentuk hati

Payung cinta berhujan bunga,
bunga-bunga berbentuk hati seakan berjatuhan bertaburan dari langit seperti hujan.
Bunga-bunga tersebut wangi manis dan beraura romantis,
sebenarnya payung tidak dibutuhkan ketika bunga-bunga cinta itu bertaburan dari atas.

Ya,
malu alasannya,
malu malu asu.
Asu selalu menggonggong,
tidak tahu apa sebabnya,
sebab baik atau tak baik.

Asu selalu menggonggong,
agar diperhatikan,
padahal tidak menggonggong pun tidak apa-apa,
padahal tidak diperhatikan pun tidak apa-apa,
itulah malu-malu asu.
Mungkin seperti,
setelah diberi makan majikan,
atau mungkin melihat seorang pencuri,
dan asu akan menggonggong.
Sebenarnya tidak menggonggong pun tidak apa-apa,
toh memang kewajiban majikan memberi makan,
toh urusan pencuri yang mau mencuri.
berdiam saja, melihatnya, dan merasakannya, bukan menjadi masalah kecil,
apalagi besar.
tetapi,
atas nama asu,
asu harus bereaksi..

Hujan bunga-bunga cinta berbentuk hati masih terus berjatuhan,
semakin deras dan semakin deras lagi,
kalau tidak sanggup lagi, mungkin akan klepek-klepek kebanjiran,
sehingga tenggelam dan tidak bisa bernafas,
dan itu menyenangkan.
Tetapi kenapa harus mencari payung,
payung cinta berbentuk bunga?
Agar imut?
Agar dilihat orang sedang bercinta-cinta berbunga?

Tetapi kenapa harus mencari pijakan yang lebih tinggi,
Mungkin menginjak orang lain?
agar terasa lebih tinggi?
atau agar terlihat lebih tinggi?

Kalau boleh telanjang buka-bukaan,
lebih baik mengaku saja kalau sebenarnya ingin telentang dan tengkurap bermain-bermain bermandikan hujan bunga-bunga cinta…



-------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisanku ini mungkin namanya puisi,
semoga kamu yang membaca ini merasakan keimutan yang ada dalam puisiku ini,
aku sudah bersusah payah agar dapat membuat tulisan imu semacam ini.

Aku bingung mau memberi judul apa,
sementara ini judulnya malu malu asu dahulu,
sebenarnya aku juga masih berniat membuat tulisan berjudul jinak-jinak-jangkrik, 
tetapi lain kali saja,
silahkan menunggu...



Salam #mawarnakal ,
tertanda Rosena Nmotise .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar