Mawar yang indah, tetapi sayangnya belum pernah menikmati keindahannya. Im Indonesian, im not "The Naughty Rose"
Tampilkan postingan dengan label Anjing bernama Sebo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anjing bernama Sebo. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Agustus 24, 2013
Ada kegembiraan yang tidak wajar saat bertemu
Anjing adalah satu-satunya binatang yang setia, menurutku.
Bukan hanya menurutku, dan sudah terbukti.
Pada saat aku sedih, dan sedang menghibur diri sendiri dengan melamun,
anjingku tiba-tiba saja datang.
Masuk kamar, melihat, dan pergi lagi.
Padahal anjingku sering aku suruh keluar dari kamar tanpa sebab.
Kali ini, dia tiba-tiba saja datang, mungkin tanpa sebab yang jelas.
------------------------------------------------------------------
Sungguh disayangkan kami tidak bisa saling berbicara,
tak heran, sesama manusia saja tidak selalu bisa berbicara baik-baik.
---------------------------------------------------------------------
Aku sepertinya tahu apa yang dirasakan ketika anjing menunggu majikannya pulang,
dan aku tahu sebabnya kanapa anjing selalu berisik ketika tahu majikannya sudah pulang.
Memang tidak melakukan apa-apa,
hanya saja ada kegembiraan yang tidak wajar saat bertemu.
Minggu, April 28, 2013
Beda Manusia dan Anjing?
Tujuan binatang hidup untuk memuaskan nafsu.
Memakan apa yang bisa dimakan, dan mengawini apa yang bisa dikawini.
Ini fakta.
Anjing tak harus mengawini apa yang seharusnya dikawini, semua akan disetubuhi kalau anjing itu menginginkannya. Contohnya adalah kaki majikan yang tiba-tiba saja dikawini karena tiba-tiba saja birahi.
Kejadian tersebut tidak berdasar adanya keinginan dan kesempatan, kalau ingin ya maka dilakukan.
Salah satu anjingku, C'est Beau (baca : Sebo), berkelamin lelaki, sudah berulang kali mengawini kaki saya.
Yang saya tahu ketika dia ingin kawin maka begitu saja anjing tersebut mengawini kaki saya.
Anjing perempuan saya, Xena (baca : Sena), usianya belum ada 3 bulan, saya melihatnya sendiri hampir dikawini oleh Sebo. Sena yang tidak tahu apa-apa tetap bermain-main bersama C'est Beau.
Kalau diumpamakan sebagai manusia apa tidak cilaka?
Manusia mengawini apa saja ketika ingin mengawini.
Beberapa hari yang lalu sekitar jam 1 pagi tiba-tiba saja C'est Beau membuat kegaduhan di kandangnya.
Saya ketakutan dan segera ke kandangnya. Ternyata dia membuat kegaduhan karena melihat ada seekor pit bull betina yang digembalakan.
Yang saya heran bukan kenapa C'est Beau membuat kegaduhan karena melihat anjing betina dan ingin mengawininnya, tetapi kenapa ada orang yang menggembalakan anjingnya pada jam itu?
Xena, seekor anjing betina kecil, bermasalah dengan apa yang masuk ke dalam mulutnya.
Kalau masalah tak pernah kenyang, semua anjing aku rasa begitu.
Anjing akan memakan apa yang bisa dia makan sampai perutnya tidak muat.
Xena memakan apa saja yang ditemuinya.
Aku kira hanya digigit saja untuk dipermainkan, ternyata dia berusaha untuk memakannya.
Ada baiknya dia memakan apa saja yang dilihatnya,
aku menjadi lebih sering merapikan kamar agar dia tidak bisa menjangkau barang-barang lagi,
dan juga aku menjadi cepat menyelesaikan skripsi karena takut revisianku akan dimakan.
Permasalahan C'est Beau dan Xena sebenarnya sama,
anjing tidak tahu apa yang menjadi haknya atau bukan.
Butuh waktu tersendiri untuk menjelaskan kepada anjing bahwa ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
Sebenarnya aku curiga bahwa anjing adalah binatang yang amat sangat pandai dan tidak perlu diajari apa pun untuk bisa hidup berdampingan dengan manusia.
Mungkin anjing adalah makhluk yang memiliki pola pikir unik,
kepandaiannya dalam bertahan hidup dan beradaptasi dengan sekitarnya ditutupi dengan sikap-sikap nakalnya.
Terlepas dari seberapa jenius anjing,
semua orang meyakini bahwa manusia lebih baik daripada binatang anjing.
Buatku tidak,
manusia tidak bisa dikatakan begitu saja lebih baik dari anjing.
Coba saja bandingkan sikap mengawini apa yang ingin dikawini dan memakan apa saja yang ingin dimakannya?
Apa bedanya? Tidak ada.
Jadi sama khan?
Aku sendiri beberapa hari ini sibuk memikirkan apa kelebihan manusia dibandingkan dengan anjing?
----------------------------------------------------------------------------------
Tiba-tiba Xena masuk ke kamar dan mengajak bermain,
padahal aku masih ingin menuliskan banyak hal disini..
Minggu, Maret 24, 2013
Paduan Suara C'est Beau
Suatu kesenangan sendiri melihat C'est Beau mengajari anak-anak tetangga menggonggong riang.
Anjingku peliharaanku itu asyik menggonggong dan anak-anak itu menirukannya dengan penuh semangat.
Sewaktu aku masih kecil di bangku sekolah,
tak jarang guru yang sedang mengajar meminta dengan sedikit memaksa agar aku dan teman-teman di kelas sedikit menyimaknya, hanya sedikit saja.
Permintaan guruku itu sewaktu dia menjelaskan materi yang harus benar-benar disampaikan dan dimengerti oleh anak-anak di kelas.
Semua murid selalu sulit diatur, mereka bertindak semaunya sendiri.
Tidak peduli taman kanak-kanak atau pun SMA.
Sampai saat ini pun aku masih seperti itu, padahal umurku sudah lebih dari 17 tahun,
yang konon katanya di umur 17 tahun sudah cukup dewasa untuk berpikir.
Tapi, umur tidak dapat dipercaya.
Apakah tidak ada orang tua yang berpikiran seperti anak-anak?
Apakah tidak ada anak-anak yang berpikiran seperti orang dewasa karena dipaksa keadaan?
Apakah tidak ada orang yang mati muda disaat fisik masih sehat?
Apakah semua bisa dilihat dari umur?
Jadi menurutku sangat salah besar apabila melihat segala sesuatu hanya dari umur.
Contohnya adalah orang yang ada di dalam cermin, semua orang dapat melihatnya.
Sewaktu aku sedang asyik bosan dengan apa yang ada di depan mata,
tiba-tiba saja telingaku mendengar sesuatu.
Iring-iringan paduan suara sore hari.
Semuanya bersemangat, dan aku menjadi ikut bersemangaty juga.
C'est Beau, anjingku, ternyata dia adalah pemimpinnya.
Aku terheran-heran bagaimana dia bisa melakukan hal tersebut.
Anak-anak yang menjadi anak buahnya bisa kompak menirukan dia menggonggong.
Mungkin dia berbakat menjadi pemimpin paduan suara.. :D
Kamis, Februari 28, 2013
Lebih Menarik Berbicara Dengan Anjingku Daripada Membicarakan Religi
Aku merasa senang kalau aku sedang berbicara dengan anjingku,
kata berbicara bisa diganti juga dengan diskusi,
Ketika kami membicarakan sesuatu semuanya lancar-lancar saja tanpa ada masalah.
Diam berarti ya,
Itu adalah ketentuan yang berlaku antara kami.
Kalau anjingku tidak tahu apa yang kami bicarakan ya wajar-wajar saja,
dia tidak bisa bertanya,
tentu saja dia tidak bisa bertanya tentang jawaban yang diinginkan.
Aku memakluminya kalau dia tidak bisa mengerti apa yang aku katakan.
Aku manusia dan dia anjing.
Tapi benar,
gagalnya sebuah komunikasi bukan karena disebabkan oleh lain jenis makhluk yang berbicara.
Aku sering menyuruhnya duduk dan berhenti menggonggong,
dan anjingku paham.
Jadi benar khan kalau gagalnya sebuah komunikasi bukan karena disebabkan oleh jenis makhluk yang berbicara.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Aku rasa orang-orang jaman sekarang tidak lebih menarik dari anjingku,
aku tahu ini tidak sopan.
Aku benar-benar melihatnya, dan ini kenyataan.
Yang aku lihat mereka saling bermonolog,
dialog satu dan yang lainnya tidak berhubungan,
mereka hanya saling memaksakan kehendak.
Bagaimana bisa monolog yang berbeda konteks menjadi dialog antar tokoh?
Ya tentunya terjadi kegagalan komunikasi, dan saling agresi argumentasi.
Aku rasa tak akan pernah selesai sampai salah satu dari mereka mengibarkan bendera putih karena kelelahan.
Dengan adanya hal itu aku menjadi sombong karena aku bisa berkomunikasi lancar dengan anjingku.
Anjingku yang tidak pernah bicara tidak akan pernah bisa disalahkan,
karena setiap kesalahan hampir sebagian besar disebabkan oleh perkataan.
Semua anjing tidak dapat berbicara.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Ya, semua anjing tidak dapat bicara.
Dan semua orang berlomba-lomba menjadikan lawan bicaranya seperti anjing yang tidak bisa berbicara.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Aku rasa orang-orang jaman sekarang tidak lebih menarik dari anjingku,
aku tahu ini tidak sopan.
Aku benar-benar melihatnya, dan ini kenyataan.
Aku melihat orang-orang berkata-kata tetapi tidak mereka tahu apa artinya.
Artinya saja tidak diketahui,
Lalu bagaimana orang lain bisa ikut mengerti?
Mereka masih saja memaksakan perkataan mereka?
Mereka masih memaksakan cara berpikir mereka yang tidak bisa mereka presentasikan dengan baik?
Ini lelucon bodoh yang serius.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Tahu apa yang lebih lucu?
Aku menuliskan ini sambil bertelepati dengan anjingku yang saat ini duduk manis disebelahku.
Jumat, Januari 25, 2013
Anjing Mirip Majikannya
Sekitar pukul 03.00 aku terbangun,
anjingku bengak-bengok seenaknya sendiri.
Aku datangi dia dan dia malah mengajak aku bermain-main,
setelah berusaha menyuruhnya diam, dan dia berhasil terdiam,
tidak lama kemudian aku tidur kembali.
Setelah beberapa menit,
aku terbangun kembali,
anjingku benak-bengok kembali.
Aku curiga dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat,
Mungkin semacam sesuatu yang najis..? Menjijikan.
Kalau begitu pantas saja dia mengumpat
-----------------------------------------------------------------------------------
Saya bingung harus berkata apa kepada anjing saya.
Saya ingin bilang agar dia tidak jijik dengan segala sesuatu yang menjual diri,
karena semua yang menjual diri sebenarnya sangat memperihatinkan.
Aku seringkali melihat manusia-manusia bertopeng imut, dimana-mana,
menjual senyum sana-sini,
mengumbar kebaikan sana-sini,
ya sebenarnya itu yang dijualnya,
yang dijual belum tentu diproduksi.
Anjing biasanya sama dengan majikannya,
ya mungkin yang aku pandang menjijikan dipandang anjingku dengan menjijkan juga.
Bagaimana tidak mirip kalau setiap hari bertemu denganku dan tahu kebiasannku..?
Secara otomatis dia pasti juga tahu cara pandangku dan pola pikirku.
Anjing biasanya mirip dengan majikannya,
siapa tahu hewan bernama anjing mirip dengan majikannya karena merasa balas budi setiap hari diberi makan..?
Suka atau tidak aku tidak tahu,
yang aku tahu ya itu tadi, anjing biasanya mirip dengan majikannya.
Aku sebenarnya ingin bilang kepada anjingku, kamu jangan seperti itu,
orang-orang yang bertopeng itu sebenarnya kasihan.
Mereka berusaha menutupi borok di wajahnya,
kenapa kamu berusaha membuka kebusukannya dengan menggonggonginya..?
Rabu, Januari 09, 2013
Anjingku Pun Tidak Terima
C'est Beau : Bos, aku tadi disampar.
Nadana : Aku tahu kok, aku tadi lihat.
C'est Beau : Lha kok diam saja?
Nadana : Lha aku harus gimana?
C'est Beau : Disampar kepalanya.
Nadana : Tadi ada majikannya di belakangnya.
C'est Beau : Kamu khan majikanku, aku disampar kok kamu diam saja?
Nadana : Banyak yang ingin dilakukan tetapi tidak semuanya bisa dilakukan. termasuk menyampar kepalanya.
C'est Beau : ini tidak adil!
Nadana : aku tahu kok.
C'est Beau : Sudah tahu tidak adil cuma diam saja?
Nadana : . . .
C'est Beau : Kok malah diam saja?
Nadana : Ya. Besok aku sampar kepalanya, kalau tidak ada majikannya ya.
C'est Beau : Kenapa harus menunggu tidak ada majikannya? Aku disampar di depan majikannya tadi.
Nadana : . . .
Nadana : Sebentar, aku lagi mikir.
C'est Beau : Aku khan tadi cuma mengajaknya bercanda, kenapa aku disampar?
Nadana : Dia orang tidak waras.
C'est Beau : Kenapa bisa punya majikan?
Nadana : Mungkin majikannya tidak waras.
C'est Beau : Pantas saja aku disampar di depan matanya dia diam saja.
Nadana : Mungkin menurutnya kamu yang salah.
C'est Beau : Bagaimana bisa aku salah?
Nadana : Mungkin. Aku khan juga tidak tahu cara berpikirnya.
C'est Beau : Ini tidak benar.
C'est Beau : Ini benar-benar tidak benar.
Nadana : Aku benar-benar tahu.
C'est Beau : Majikanku, kamu cuma bilang tahu daritadi, tetapi kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Nadana : Heh, aku kasih tahu rahasia. Mau tidak?
C'est Beau : Aku cuma numpang, apalagi kamu.
Nadana : Oh, ternyata.
C'est Beau : Pantas saja orang yang nyampar aku tadi asu-asunan.
Nadana : Nah..!
C'est Beau : Kenapa tidak bilang daritadi?
Nadana : Aku kira tidak perlu.
C'est Beau : Aku tetap tidak terima tadi sudah disampar.
Nadana : Sudah, kamu diam saja. Aku mau cari-cari kesempatan untuk membalas menyamparnya.
Lain kali kalau ketemu dia, kamu gigit saja. Kamu mangsa juga tidak apa-apa.
Lain kali kalau ketemu dia, kamu gigit saja. Kamu mangsa juga tidak apa-apa.
Nanti biar aku yang bertanggung jawab kalau kamu membalas dia.
Nanti aku bilang "Ya khan tidak tahu.",
atau mungkin "Ini sudah takdir".
C'est Beau : GUK!!!
Senin, Desember 24, 2012
Anjingku tak pernah memikirkan sesuatu?
Anjing bisa diajak bercanda karena dia bisa dan sepertinya suka diajak
bercanda.
Kamu
jangan sombong dan merasa hebat sebagai pemikir,
kamu kira
yang bisa bercanda cuma anjing?
dan kamu
berpikiran sempit semua orang yang bercanda denganku adalah anjing?
Kalau
begitu,
yang
sebenarnya anjing adalah kamu sendiri.
Aku
beritahu kepadamu,
anjing adalah binatang yang suka menjilat,
anjing adalah binatang yang suka menjilat,
kamu
sedang menjilat pikiranmu sendiri,
mengagung-agungkannya.
mengagung-agungkannya.
Dan juga,
anjing adalah binatang penggigit dan suka menggigit.
anjing adalah binatang penggigit dan suka menggigit.
Aku tidak
mengatakan kepadamu kalau kamu sering menggigit lho,
jangan
salah paham.
Oh iya,
lupa,
di mata alam, kita semua sama,
di mata alam, kita semua sama,
menempati
tempat yang sama, hanya berbeda jenis.
kalau
manusia dirumah, kalau anjing di kandang,
tetapi statusnya sama,
sama-sama penduduk alam,
tetapi statusnya sama,
sama-sama penduduk alam,
sama-sama
numpang lahir, hidup, dan mati.
Tiba-tiba
saja cermin pecah,
padahal
aku sedang asyik-asyiknya berbicara dengan cermin...
Aku tidak tahu apa yang dipikirkan anjingku?
Aku memelihara anjing,
Mungkin menurut para pecinta anjing aku adalah pecinta anjing..?
Siapa tahu aku memeliharanya hanya untuk kepentingan komersil?
Atau mungkin sengaja dipelihara, dibesarkan, digemukan, dan untuk dijadikan hidangan?
Bisa jadi aku sengaja mencitrakan agar aku terlihat sebagai pecinta anjing?
Aku memelihara anjing,
Mungkin menurut para pecinta kucing aku adalah pembenci kucing..?
Aku memelihara sebuah monster yang biasa menghabisi kucing, makhluk yang mereka sayangi?
Bisa jadi aku dianggap sengaja menantang mereka karena aku memelihara anjing?
Tidak ada yang maha tahu...
Aku tidak akan membahas tentang malaikat yang mungkin tidak mau datang ke rumahku,
karena menurut sebagian orang itu adalah hal yang serius.
Padahal anjing tersebut bisa diajak bercanda,
aku tidak mau keceplosan bilang masa kamu kalah dengan anjingku yang bisa diajak bercanda.
Oleh karena itu aku lebih baik tidak membahas hal yang 1 ini.
Tidak ada yang maha tahu...
Setelah cukup lama bertanya-tanya dan selalu membuat-buat pertanyaan,
sepertinya aku menyerah sampai disini.
Tidak ada yang maha tahu...
Aku memelihara anjing..?
Tidak ada alasan lain kecuali aku senang memeliharanya.
Jawabanku cuma itu,
jangan dipersulit dengan memikirkan yang berbelit-belit.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)