Kamis, April 11, 2013

Luput


Aku punya teman mahasiswa,
orangnya bodoh, tidak bisa diajak berkomunikasi dengan baik.
Awalnya aku kira dia pandai karena statusnya sebagai mahasiswa,
setelah berbicara beberapa kalimat ternyata aku tahu dia tidak waras.

Aku merasa bodoh berbicara dengan orang bodoh,
akhirnya aku mencari teman seorang sarjana.
Semua orang pasti merasa dia adalah orang pandai, termasuk juga aku.
Dia bilang, dia cuma berhasil lolos dari standar pendidikan kampus.
Dia bilang, dia cuma mempelajari mati-matian teori-teori tertentu untuk ditanyakan lagi sewaktu ujian akhir.
Dia bilang, ada sarjana lain yang rajin mencontek sewaktu kuliah, ada yang membeli skripsi, dan ada juga yang membeli ijazah.

Kalau begitu kesimpulan akhirnya adalah berupa hafalan teori,
(kecurangan-kecurangan belum masuk dalam hitungan)

Jadi apa bedanya dengan pedagang di pasar yang tidak pernah bersekolah?
Pedagang di pasar bisa tahu harga kulakan dan dia tahu berapa harus menjualnya lagi.

Perbedaannya pedagang di pasar tahu cara menempatkan diri,
mereka selalu ramah kepada semua orang,
dengan sedikit pamrih agar mereka membeli dagangan yang dijualnya.
(urusan kebijaksanaan belum masuk dalam hitungan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar