Lembaga bahasa,
adalah lembaga busuk yang membusukan keadaan dalam bidang bahasa.
Pekerjaannya adalah membodohi dan memperalat orang lain,
dengan cara memaksakan berwujud pengharusan :
MENGIKUTI KEGIATAN PEMBUSUKAN BAHASA IBU DI NEGERI SENDIRI.
Hal bodoh ini adalah lelucon yang serius!!
"Saya berharap keadaan yang lebih baik,
tetapi yang saya dapat adalah keadaan yang membusukan harapan saya."
Kebijakan-kebijakan (sok) bijak, dipaksakan begitu saja dalam kehidupan sehari-hari.
Saya tidak pernah muak kepada bahasa asing,
tetapi saya sangat dengan jelas mengerti alasan kenapa saya tidak suka bahasa inggris.
Saya lahir di Indonesia,
kenapa saya harus belajar bahasa inggris untuk urusan pergaulan dunia ( baca : pembusukan dunia),
menurut saya bahasa inggris sebagai bahasa internasional adalah suatu ketidakadilan yang dipaksakan.
Enak sekali makhluk-makhluk yang disebut bayi,
yang kebetulan lahir dan bisa berbahasa ibu bahasa inggris?dan mereka dapat disebut masyarakat internasional karena bahasa sehari-hari mereka.
Untuk bisa lulus dari tempat saya sekolah,
saya ternyata harus memiliki sesuatu yang tidak masuk akal,
yaitu selembar kertas yang mirip dengan kertas karcis parkir.
Untuk mendapatkan kertas tidak berguna tersebut,
sebelumnya harus mengikuti tes berbahasa inggris,
itu tidak cuma-cuma,
harus membayar beberapa puluh ribu untuk biaya pendaftarannya.
Pembukaan pendaftaran dilakukan setiap tanggal 1 sampai 3.
saya pernah mencoba mendaftarkan diri pada tanggal 2,
dan ternyata kuota sudah penuh, hanya 100 orang per bulannya.
Kemarin,
tanggal 1 Desember yang kebetulan adalah hari sabtu,
saya mendatangi lembaga pembusukan tersebut.
Saya tahu jam kerja lembaga (sok) resmi dan berkualitas tersebut adalah 5 hari saja,
tetapi saya merasa diancam oleh angka 1 dan 3,
sehingga saya harus ke lembaga busuk tersebut.
Sampai disana hanya terdapat selembar kertas,
yang menginformasikan kalau mereka hanya 5 hari kerja.
Menurut saya,
hal itu adalah kebusukan lembaga busuk tersebut,kalau benar-benar lembaga tersebut diakui keberadaannya oleh banyak pihak,
dan terlihat kegunaannya untuk orang lain,
tentunya publikasi informasi tersebut tidak perlu diberitahukan,
karena banyak orang sudah mengerti tentang hal itu.
Pekerjaan yang dilakukan lembaga busuk tersebut hanya mengada-ada untuk saya,
untuk saya, sertifikasi dengan kertas mirip karcis tersebut adalah bisnis belaka,
yang tidak siap 100% dalam proses pelaksanaannya.
Jumlah peserta tes hanya 100 orang perbulan, adalah pembatasan jumlah yang tolol,
karena dalam 1 tahun hanya ada 1200 peserta tes,
sedangkan jumlah peserta tes keseluruhan mencapai 2000 orang.
Berarti pekerjaan pembusukan keadaan tersebut memang sengaja membuat peserta tes untuk terlambat lulus sekolah.
Peserta yang gagal, harus mendaftar dan membayar lagi,
dan harus berapa kali antri lagi?
Akhirnya saya cuma bisa menyobek kertas pengumuman tersebut..
-------------------------------------------------------------------------------------
Saya punya keyakinan pribadi,
suatu saat bahasa Indonesia akan menjadi bahasa internasional.
---------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar