Senin, Maret 30, 2015

Pengakuan


Sejak kapan aku tahu kamu?
Dan sejak kapan kamu mengenalku?
Itu bohong.
 
Semua itu tidak pernah terjadi.
Kita ini tak saling mengenal.

Kamu tak pernah berucap tentang apa yang kau ingin dariku, aku pun begitu.
Kita berpura-pura saling mengerti dan menikmati hari-hari.

Rintik hujan mewakili banyak frasa dan rasa yang tak pernah kuucap dan tak bisa kukecap. 
Dan kamu tak mungkin tahu apa yang kurasa dan apa yang ingin kusampaikan padamu.
 
Itu suatu bukti kalau aku ini bukan kekasih yang baik, yang bisa berkomunikasi dengan baik, 
dan kecil kemungkinan untuk punya cinta yang baik.

Rintik hujan yang bisa mewakili bisik dan desah keluh kesah kisahmu,
Aku tak pernah bisa menerkanya.

Jumat, Maret 06, 2015

Anda mencintai pasangan Anda layaknya matahari!

Anda orang yang percaya diri dan cerdas. Anda menjalani kehidupan Anda sehari-hari tanpa kesulitan, namun pada malam hari Anda sangat gembira ketika berada dalam pelukan pasangan Anda. Pasangan Anda adalah seperti matahari untuk Anda: mencerahkan hari Anda dan selalu membuat Anda tersenyum, betapapun hari yang Anda lewati begitu melelahkan dan sulit. Anda hanya perlu memikirkan pasangan Anda untuk membuat diri Anda merasa lebih baik dan berani. Itulah yang Anda sukai dari pasangan Anda dan mungkin Anda harus mengatakan hal itu lebih sering kepadanya.
 
http://id.what-character-are-you.com/d/id/1301/result/7699.html#


Pagi-pagi dah nemu link gaje xD

Kamis, Januari 15, 2015

Hujanuari


Manusia mencintai sesama manusia karena mereka terlahir sebagai manusia.
Manusia mecinntai hewan dan tumbuhan karena mereka sama-sama terlahir sebagai makhluk hidup.

Aku dan kamu terlahir sewaktu hujan,
dan sudah jelas seharusnya kalau kita mencintai hujan sebagaimana dia mempertemukan kita.

Janganlah membenci hujan,
sebanyak apa pun kamu mengumpatnya dia tidak akan pernah membencimu sedetik saja.

Apakah kamu pernah dendam kepada hujan?
Apakah dia pernah memisahkan kita?
Janganlah kamu dendam,
sudah semutlaknya kamu berterima kasih kepada hujan karena hujan sedang menyirami akar-akar rindu kita.

Aku dan kamu terlahir sewaktu hujan,
dan sudah jelas seharusnya kalau kita mencintai hujan sebagaimana dia mempertemukan kita.

Hujan tak pernah menuntutmu membawa payung atau berteduh,
dia hanya memberi berbagai banyak pilihan
Kamu bisa bersenang-senang sebelum sakit karena bermain air hujan, dari sekedar pilek sampai demam.
Pernah kita bermesraan sewaktu hujan,
berpelukan hangat di sela dinginnya hujan,
berbagi cumbu kata tentang aku dan kamu,
setelah hujan pergi kemesraan kita juga sedikit pergi, pergi terbawa hujan.

Dan selama ini kita tak pernah berterima kasih kepada hujan.

Hujan,
terima kasih telah kamu pertemukan kami.
Dan juga hujan,
terima kasih juga telah menyirami akar-akar kerinduan kami yang semakin mendalam semakin hari.
Dan juga akar rindu akan kebebasan dari segala keterbatasan.

Rabu, Juli 30, 2014

Parade Hina


Akhirnya selesai juga parade busuk ini.
Ya, parade ini benar-benar busuk.

Semua berkata kita akan melakukan perjalanan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Singkat kata begitu.
Semua berlomba memberikan mimpi terindah yang diminati oleh banyak orang.

Sebelum semua orang merasa silau oleh janji-janji yang dikoar-koarkan.
Ada-ada saja ide nakal yang sungguh tidak masuk diakal.

Sebelum mata seseorang silau,
mata yang nantinya akan silau itu segera ditutupi terlebih dahulu agar nantinya tidak silau.

Sebelum telinga-telinga mendengar harapan-harapan yang mungkin palsu,
banyak telinga yang ditutupi oleh kata-kata hasutan yang lebih terdengar indah.

Sebelum dinyatakan kalah,
Sebelum habis kesempatan,
ini adalah detik-detik yang benar-benar genting.

Mata harus dibutakan sebelum bisa melihat apa yang seharusnya terlihat,
Telinga harus dibuat tuli sebelum mendengar apa yang seharusnya didengar.

Dan pada saat penentuan,
Semua sudah sama-sama tahu pihak mana yang kalah,
dan pihak mana yang jelas-jelas menang.

Hilangnya uang untuk taruhan adalah masalah di nomor ke sekian,
Malu berwajah adalah alasan mutlak untuk tidak mau kalah.

Semua orang menyatakan kemenangannya,
semua orang mendapat mandat.

Bagaimana mungkin?

Orang-orang bodoh semakin dibuat bodoh dengan kenyataan yang sengaja diperlihatkan.
Orang-orang pandai dibuat merasa bodoh dengan keadaan yang memang seharusnya tidak terjadi.

Walau pun terkesan benar-benar hina,
ini benar-benar terjadi, dan sudah terlewati.
Dan jangan lupa, ini belum selesai.


Kalimat yang paling menjijikan dan benar-benar munafik adalah mengkafirkan orang.
"Dia adalah kafir.
Apa yang kamu harapkan dari seorang kafir?
Jawabannya adalah neraka."

Yang bersangkutan bilang tidak tahu-menahu, padahal sebenarnya tahu benar kelakuan nakalnya yang memang tidak masuk akal.
Kebebasan memilih sudah ternoda dengan kalimat kafir.

Yang taat dengan tuhan dan agamanya dengan mantap berkata "dia kafir, aku tidak akan memilih dia."
Yang mencoba berpikir dengan otak dan hati nuraninya dengan mantap berkata "aku murtad, aku lebih memilih kafir dan memilih menjadi kafir yang baik hati."

Ini bukan lagi parade bebas memilih,
tetapi ini juga parade busuk penyesatan beragama dan bertuhan.

Orang-orang yang tersesat itu lupa, atau mungkin benar-benar tidak tahu kalau banyak yang korupsi atas nama agama.
Bahkan sekumpulan kertas yang disebut kitab suci akan dijadikan sekumpulan uang pribadi.
Tanah suci dijadikan lahan korupsi.
Mereka benar-benar tidak tahu, atau mungkin lupa kalau para pelakunya adalah pengikut tuhan yang terlihat taat dan fanatik.


Dan pada saat penghakiman,
Si tersangka pun disebut dengan jelas sebagai tersangka.

Si tersangka malu bukan kepalang,
kemudian dia membuat isu itu tidak benar.

Dia menolak kenyataan,
dia sendiri yang berkata : aku menolak kenyataan ini.


Aku akan naik banding,
aku akan memberikan bukti-bukti, yang tidak masuk akal sekali pun.

Ah, sayang, bukti yang amat sangat banyak itu akhirnya hilang.


Tetapi jangan senang dulu, aku belum kalah denganmu.

Orang lain berkata aku kalah denganmu, tetapi tidak kataku.

Akan aku jegal setiap langkahmu, itu janjiku.



Dan seketika juga parade ini menjadi parade dendam.

Sementara orang yang selalu difaktakan sebagai kafir yang sudah jahat dari lahir tenang-tenang saja.
Seharusnya dia bisa dengan mudahnya berkata "Ini adalah takdir tuhan kalau saya menang.", tetapi tidak dia ucapkan.

Ini adalah parade kebebasan, siapa saja harus bebas.
Siapa saja bebas memilih tanpa terkecuali.

Dan di parade ini siapa saja harus bisa menang, orang yang tidak tahu apa-apa sekali pun.



Akhirnya selesai juga parade hina ini,
banyak kafir bermunculan dan banyak orang yang mendadak menjadi kafir dalam parade hina ini.

Yang tidak tahu merasa sok tahu,
yang tidak paham menyesatkan ke sesama orang yang tidak paham,
aku hampir saja tidak waras dalam parade ini,
dimana-mana berkata kebebasan memilih tetapi fakta yang ada adalah hasutan.

Aku berkata aku memilih dia, dan aku dibilang tidak waras.
Aku dengan jujur berkata memilih dia, aku dibilang aku ditipu.
Aku dengan santai memilih dia, aku dibilang ini tak sesantai yang kamu anggap, ini adalah hal yang serius.

Aku bilang semoga saja ini sudah berakhir,
Tetapi terdengar samar-samar di telinga " ini belum selesai."

Senin, Februari 10, 2014

Ringan, mari berangan-angan


Mendekati hari pemilihan banyak orang berlomba-lomba melakukan pencitraan.

Pencitraan memang sudah setiap hari dilakukan,
tetapi pada saat mendekati hari pemilihan kemaksiatan, kelakuan baik amat sangat mudah terlihat dimana-mana, berlebihan dan menjijikan.

---------------


( Foto : Leyloor)


Ringan Tangan.


Kelakuan orang-orang yang ringan tangan sangat mudah ditemui.
Alasannya cuma 1 untuk promosi dengan atas nama pencitraan.

Mulai dari membagi sembako atau sekedar mendengarkan curhat warga.
Dengan merasa diperhatikan dan diberi waktu untuk sambat, hati warga akan berbunga-bunga.

Masalahnya yang melakukan kegiatan pencitraan ringan tangan ini tak cuma 1 orang,
hampir semua orang yang sedang melakukan pencitraan melakukan hal seperti itu.

Kalau sudah begini tinggal tindakan apa yang sudah diberikan kepada warga.
Berlomba-lomba saling memberi sembako atau kebutuhan warga lainnya sebanyak-banyaknya.
Yang dapat membuat masyarakat terkesan akan bisa cengengesan karena merasa akan dipilih.

 ----------------------------------------------------------------------------------------------

( Foto : Jemek )


Ringan Cocot.


Banyak poster bertebaran berlomba-lomba nyontong untuk dipilih.

Pilih saya.
Jangan ragu pilih saya.
Ingin hidup lebih baik? Pilih Saya!
Apa maumu? Saya beri!

-------------------------

Kalimat kalimat sesat beredar di masyarakat.

Apakah masyarakat tahu keseharian mereka?
Jawabannya adalah tidak sama sekali
Masyarakat hanya mengenal kalimat sesat mereka selama masa pencitraan.  


Target mereka adalah masyarakat-masyarakat bodoh yang mudah dikibuli dengan sekedar diberi janji.
Tujuan mereka adalah menyuntikkan janji-janji berupa kalimat sesat kepada masyarakat.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Masyarakat seharusnya sadar bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pernah diketahui perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan mengerti perilaku sehari-hari bukanlah jaminan untuk bisa dipilih.
Orang bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Di media masa sudah jelas orang-rang yang berjabatan penting nyata-nyatanya melakukan korupsi.
Jangan dibayangkan berapa banyak uang yang sudah mereka tilep.
Kalau tidak sanggup membayangkan berapa banyak uangnya dan bisa dipergunakan untuk apa saja nanti bisa stroke.

Partai-partai berkedok keagamaan ternyata tidak sereigi partai yang mengusungnya.
Dari luar banyak partai terlihat agamis.

Kawin cerai bukanlah hal yang terasa menghebohkan karena sering terdengar di media masa.
Selingkuh dan nikah siri adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari, karena hal tersebut seakan-akan sengaja dibuat untuk menjadi hal yang menjadi tidak tabu. 
Tetapi pernahkah mencoba membayangkan apa yang dirasakan oleh wanita-wanita yang menjadi korban?

Masih mau berharap kepada partai agamis?
Pada kenyataannya partai agamis adalah partai atas nama agama untuk melaksanakan hal-hal najis.


Lalu kalau sudah begini harus memilih siapa?
Ya pilih saja saudara atau kerabat yang bisa dipastikan memberi perubahan yang lebih baik, he he he

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya sebenarnya sangat tidak tertarik kepada segala hal yang berbau politik.
Politik selalu menarik perhatian semua orang untuk memperhatikan dan kemudian mengumpatnya.

Saya sudah membiasakan untuk tidak menyimak berita perkembangan dunia politik.
Tetapi masalahnya kemarin tiba-tiba saja ada spanduk bergambar wajah orang jalang di tembok luar rumah saya, tanpa izin sebelumnya.

----------------------------

Pada saat pencitraan saja sudah menghilangkan hak kenyamanan orang lain.

Kira-kira apa yang akan terjadi kalau caleg-caleg tersebut nantinya memiliki kewenangan?



Salam #mawarnakal

Rabu, Desember 25, 2013

Hari Nakal


Hari Nakal 2
( Salah satu catatan #mawarnakal di hari natal )





Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada semua orang pada hari ini,
baik yang merayakan atau tidak,  
baik yang saya kenal atau pun tidak,
Baik yang membaca tulisan ini atau tidak. 

-----------------------------------------


Menurut saya, urusan beribadah adalah suatu urusan yang MUTLAK tidak boleh diganggu sedikit pun.

Pada era yang katanya serba modern, canggih, dan kekinian pada saat ini ternyata masih ada orang-orang yang berpikiran lebih tidak berguna dari orang zaman purba. 

Bukannya saya menganggap bodoh orang zaman purba,
maksud saya orang zaman purba hanya "memfokuskan" pikirannya untuk bertahan hidup dengan makan dan berkembang biak, sampai pada akhirnya mereka ada yang dapat berevolusi menjadi makhluk jenius semacam Enstein dan penemu-penemu hebat lainnya.

Ada satu hal yang sangat perlu diperhatikan,
orang zaman purba tidak pernah saling mengganggu atas apa yang mereka anggap sebagai tuhan.

Anggaplah di zaman tersebut hanya ada sumber penghidupan sebagai penburu dan bercocok tanam,
Atau mungkin, karena belum adanya kitab suci mereka menganggap api atau air sebagai dewa/ tuhan,
Bisa jadi juga alasan fisik, mungkin ada manusia purba yang berambut panjang dan berambut pendek,
Saya lupa apakah ada teks sejarah tentang mayoritas berusaha menghabisi minoritas..?

Sewaktu saya SD,
Saya tidak pernah membaca tulisan tentang orang zaman purba yang menjadi mayoritas menghabisi orang zaman purba yang menjadi minoritas.
Kecuali guru saya lupa menceritakan hal tersebut, 
atau mungkin guru saya berusaha menutupi hal sebenar-benarnya.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Tercatat jelas dalam sejarah (setelah evolusi manusia purba),
manusia ternyata saling menyingkirkan yang lain atas nama tuhan,
berusaha menghabisi kaum yang lain dan tak segan-segan untuk menghabisinya langsung di tempat.
Pembunuhan-pembunuhan yang sudah dilakukan atas nama tuhan menurut mereka adalah suatu hal halal yang sudah seharusnya dilakukan,
bahkan sampai saat ini masih terdengar nyaring tentang iming-iming berbagai macam hadiah di akhirat bagi mereka menghabisi orang yang memiliki kepercayaan yang lain.


tuhan jalang macam mana yang suka melihat makhluk ciptaannya saling menghabisi makhluk yang lainnya?

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari natal adalah hari yang brengsek menurut saya,
saya anggap brengsek karena pada hari tersebut terkesan berlebihan.

Ada banyak penjagaan khusus di SETIAP tempat ibadah,
dari masyarakat yang tidak merayakan ibadah, polisi, kelompok-kelompok yang berlainan agama, dll,
mereka sibuk berjaga-jaga menghabiska tenaga di tempat ibadah.

Menurut saya pribadi, itu adalah BUKTI MUTLAK bahwa ada orang-orang dari kelompok tertentu yang sampai saat ini hidupnya berada dibawah ancaman. 

Orang-orang yang berada dibawah terror tersebut hidupnya tidak lebih baik dari hidup di zaman manusia purba. 

Tanpa kemunafikkan,
mari kita ingat lagi apakah fungsi agama, tuhan, dan kitab sucinya?
apakah ada fungsinya?

Saya rasa tidak. 

Tuhan adalah sebuah kata yang wajib digunakan untuk menghabisi orang lain.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada semua orang pada hari ini,
baik yang merayakan atau tidak, 
baik yang saya kenal atau pun tidak,
Baik yang membaca tulisan ini atau tidak.

Tidak lupa juga saya ucapkan selamat hari nakal,
kepada orang-orang jalang yang mengharamkan mengucapkan hari raya keagamaan kepada orang lain,
Tidak lupa juga saya mengucapkan selamat hari nakal dari hati yang terdalam,
untuk orang-orang yang sudah menyebarkan pengharaman dalam mengucapkan hari raya keagamaan orang lain.

Ingin tahu fakta sebenarnya?
Orang yang sedang merayakan hari raya keagamaannya TIDAK SEDIKIT PUN ingin diberi ucapan.

Bisa jadi mereka akan lebih senang kalau tidak dianggap keberadaannya, daripada dianggap ada keberadannya tetapi hanya untuk dianiaya.

---------------------------------------------------------

Pancasila? Apa kabarnya?
Pancasilanya masih ada, tetapi prakteknya dalam kehidupan sehari-hari tidak ada.

Bhinneka Tunggal Ika apa kabarnya?
Bhinneka Tinggal Luka keadaan yang sebenarnya.

Dari hati yang turut berduka,
Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada siapa saja, terlebih yang merayakannya.
 

Salam #mawarnakal









Senin, Desember 02, 2013

Membicarakan Takdir


Mawar Nakal : Mas, bisa ajari aku merokok?
Aku ingin bisa merokok dengan menggunakan rokok lintingan.

Buruh Nakal : Siapa pun bisa merokok, merokok gampang kok.

Mawar Nakal : Ajari aku melinting rokok.

Buruh Nakal : Aku tidak bisa melinting rokok.

Mawar Nakal : Bagaimana bisa mas tidak bisa melinting rokok sendiri?
Sedangkan mas seorang perokok dan setiap hari tidur di kebun tembakau?

Buruh Nakal : Dengarkan, aku ditakdirkan untuk membeli rokok.
Aku tidak ditakdirkan untuk melinting sendiri.