Mawar yang indah, tetapi sayangnya belum pernah menikmati keindahannya. Im Indonesian, im not "The Naughty Rose"
Jumat, November 01, 2013
Bu, Mengapa Ayam Dapat Mendengar, Tetapi Saya Tidak?
Membaca kalimat pertanyaan tersebut rasanya sungguh mengerikan.
Aku sudah bisa memperkirakan siapa yang menanyakan hal itu.
Mungkin kalau aku yang ditanya..?
Aku akan menjawab seperti ini.
Kamu tahu malaikat?
Di dalam dongeng-dongen dan di dalam kitab suci, malaikat adalah makhluk yang sempurna.
Fisik mereka sempurna,
kalau malaikatnya laki-laki wajahnya tampan,
kalau malaikatnya perempuan wajahnya cantik.
Mungkin si anak tadi anak akan mengangguk. Mungkin.
Aku sangat berharap dia pernah mendengat kata malaikat, dan sedikit mengerti tentang tokoh yang bernama malaikat.
Kamu tahu kalau kamu adalah malaikat?
Salah satu tugas malaikat adalah memberikan kabar baik, kabar yang benar tentunya.
Tidak ada malaikat yang berbohong satu kali saja.
Malaikat adalah sosok yang jujur.
Kamu bisa mengatakan kabar baik kepada orang lain, kepada banyak orang.
Katakanlah, bisa mendengar adalah sesuatu yang menyenangkan.
Itu adalah sebuah kebenaran.
Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti itu,
oleh karena itu, pergunakanlah dan rawatlah telingamu dengan baik dengan cara mendengarkan segala sesuatu yang baik.
Kamu memiliki kekurangan tidak bisa mendengar,
aku sangat yakin sekali kamu memiliki kelebihan yang lain.
Dan juga, sebenarnya kamu adalah guruku,
aku belajar banyak dari kamu.
--------------------------------
Status di sosmed tersebut adalah status adik angkatanku yang ternyata mengajar di sebuah sekolah luar biasa.
Sekolah Luar Biasa adalah hal yang membuatku tertarik setelah rumah sakit jiwa.
Aku dulu punya cita-cita yang sungguh aneh,
Aku ingin menjadi sukarelawan di rumah sakit jiwa.
Aku kurang tahu apakah karena kedua alasan ini aku dulu ingin belajar psikologi?
----------------------------------------------------------------------------------
Pelajaran tidak selalu didapatkan dari orang yang memiliki kelebihan,
tetapi juga bisa dari orang lain yang memiliki kekurangan.
Kali ini aku akan sedikit membual,
semua ada hikmahnya, semuanya kembali kepada diri sendiri yang akan merenungkannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini tanpa salam #mawarnakal :(
Rabu, Oktober 30, 2013
Tidak Bisa Menulis
Memaksakan diri untuk menulis rasanya sungguh membuat diri sendiri merasa seperti orang bodoh.
Seperti sewaktu diajak orang berbicara,
ketika ditanya hal yang sepele tetapi tidak bisa menjawabnya dengan mudah begitu saja.
Untuk menjawab pertanyaan yang sepele harus memikirkan secara mendalam dengan memikirkan berbagai filosofi per kata yang nantinya akan digunakan.
Ini adalah fase yang sungguh mengerikan.
Ini adalah fase terbodoh yang pernah aku ketahui.
Catatan Cinta Seorang Pelacur
Kenapa nama mawar, atau nama bunga indah lainnya seringkali
dijadikan sebagai nama samaran korban pelecehan seksual?
Apa karena semua yang
cantik dan menarik sudah diseragamkan untuk dilecehkan?
Atau mungkin sengaja
dibiasakan untuk dilecehkan?
Aku suka mawar karena mawar adalah bunga yang indah.
Semua orang punya sisi indahnya masing-masing, begitu juga sisi buruknya.
Seperti kelopak bunga mawar, dan tentu juga durinya.
Semua orang punya sisi indahnya masing-masing, begitu juga sisi buruknya.
Seperti kelopak bunga mawar, dan tentu juga durinya.
Bunga mawar tidak munafik menurutku, mewakili sekali bentuk manusia.
Bukan berarti bunga yang lain tidak bisa mewakili manusia
pada umumnya.
Bunga bangkai contohnya, terlihat besar, megah dan mewah, tetapi ternyata
menghasilkan bau yang sangat busuk. Itu mewakili manusia sekali, terlihat
istimewa dari jauh, dan dari dekat ternyata..?
Ingat bunga bangkai aku menjadi ingat dengan lelaki.
Kenapa
nama samaran di berita kriminal tidak ada yang menyebutkan penjahat kelamin
seperti laki-laki sebagai bunga bangkai?
Apa mereka special sehingga tidak pernah dipublikasikan
kebusukannya?
Apa cuma perempuan saja yang layak disebut jalang?
apa cuma perempuan saja yang pantas dibilang murahan?
Apa cuma perempuan saja yang layak disebut jalang?
apa cuma perempuan saja yang pantas dibilang murahan?
Padahal lelaki jalang berjumlah tidak sedikit.
Banyak yg menjual diri demi hanya mendapat selangkangan, atas nama cinta.
Banyak yg menjual diri demi hanya mendapat selangkangan, atas nama cinta.
Ada yang menggoda dengan menyombongkan diri, membuat semua
perempuan terpesona.
Ada juga yang mencari akal untuk dikasihani agar bisa meminta ini itu.
Apakah itu tidak jalang?
Harga diri mereka digadaikan dengan kepura-puraan, apa tidak murahan?
Ada juga yang mencari akal untuk dikasihani agar bisa meminta ini itu.
Apakah itu tidak jalang?
Harga diri mereka digadaikan dengan kepura-puraan, apa tidak murahan?
Berbagai nama bunga yang indah tidak lebih hanya sebagai
cemoohan dan alasan-alasan lain yang hina.
"Sebut saja bunga" , apa tidak ada yang lain?
------------------------------------------------------------------
Ini adalah prolog novel, " Rosena, catatan cinta seorang pelacur ".
Buku ini nantinya akan menceritakan perjalanan cinta seorang pelacur, seperti kumpulan cerpen, tetapi bab satu dengan bab yang lainnya nanti terkait.
Tentunya tokoh utamanya bernama rosena, nama kesukaanku.. :D
Tetapi,
Novel ini tidak jadi dilanjutkan, padahal sudah berjalan beberapa bab,
alasan utamanya adalah aku sudah berpikiran buruk nantinya novel ini akan menjadi aib apabila diterbitkan.
Aku takut dengan pertanyaan :
Apa tidak ada yang bisa dibahas selain pelacur?
Apa tidak ada sesuatu yang lebih baik yang bisa dibahas?
----------------------------------------------------------
Aku tertarik dengan pelacur,
Aku tidak melihat dari sisi mesum,
Aku melihatnya dari sisi kepribadiannya.
Aku melihatnya dari sisi kepribadiannya.
Bagaimana bisa seseorang seseorang hidup di 2 dunia?
Menurutku ini adalah profesi yang cukup sulit.
Di sisi lain dia harus mau melayani nafsu mesum siapa saja yang menginginkannya,
tetapi di sisi lain dia harus menjalani kehidupan sehari-hari seperti manusia biasa pada umumnya.
Ada yang harus menyimpan profesinya sebagai pelacur.
Menyembunyikan sesuatu, apalagi yang tidak baik, adalah hal yang cukup berat.
Ada yang secara terang-terangan mempublikasikan profesinya.
Menurutku bukan karena tidak punya malu, tetapi aku lebih memandangnya sebagai sarana pelampiasan atas susahnya kehidupan yang dia jalani.
Pengakuan sebagai seorang pelacur adalah sebuah perlawanan.
" Aku adalah pelacur, kamu lantas mau apa? "
Sungguh heroik sekali kalimat tersebut.
----------------------------------------------------------------
Aku tertarik kepada pelacur, yang seringkali dibilang orang adalah perempuan kemayu, kegatelan, mentel, tidak tahu diri, dsb.
Ya.. Menurutku mereka harus berperilaku kementel-mentel karena profesi mereka memang menuntut mereka seperti itu.
Lain halnya dengan perempuan norak sok kekinian yang berperilaku kementel-mentel,
entah kenapa aku selalu ingin melemparnya dengan kursi kalau melihat wanita menjijikan seperti itu.
entah kenapa aku selalu ingin melemparnya dengan kursi kalau melihat wanita menjijikan seperti itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada yang lucu ketika aku membandingkan seorang pelacur dan seorang perempuan norak.
-Pelacur memamerkan tubuhnya agar memancing birahi orang yang melihatnya.
-Perempuan norak memamerkan tubuhnya, tetapi sudah tidak ada lagi yang penasaran dengannya. Dan tak jarang pula ada yang langsung menghakimi dia dengan perempuan murahan.
Ini adalah hal konyol yang sering aku lihat,
banyak yang berpikir apabila dengan berpakaian seksi (sebut saja norak) maka banyak orang yang akan tertarik/ penasaran dengannya. Jawabannya tidak.. xD
banyak yang berpikir apabila dengan berpakaian seksi (sebut saja norak) maka banyak orang yang akan tertarik/ penasaran dengannya. Jawabannya tidak.. xD
Salam #mawarnakal ;)
Minggu, Oktober 20, 2013
Catatan Akhir Nde Nyu Jurne
Surat cinta untuk teman-teman buruh korban sepenjajahan,
Untuk Bu Yanti, pembantu rumah tangga yang perkasa,
Saya tahu ibu dulu mantan kuli bangunan, tetapi tidak selayaknya seorang yang berstatus pembantu rumah tangga dipaksa untuk mengangkuti keranjang dengan berat beberapa kilo dagangan milik majikan tanpa uang tambahan,
Saya tidak bilang ibu bodoh karena manut majikan 100%,
Saya mau bilang ibu adalah 100% orang lugu yang dimanfaatkan keberadaannya.
Kesetiaan ibu selama bertahun-tahun dibalas oleh majikan dengan kesetiaan merendahkan dan menganggap remeh,
oh iya, caci maki dan pelecehan tiap harinya belum dihitung.
Saya kemarin senang ibu berani bolos bekerja selama beberapa hari,
Sayangnya ibu cuma menantang sesosok setan bernama majikan,
majikan sudah takut kehilangan ibu, tetapi malah ibu balik lagi.
Ibu bilang, "Saya sudah tidak mau bekerja di tempat itu lagi. Tetapi si siti, pembantu yang baru bekerja minggu di rumah itu takut sama juragan. Saya juga punya anak perempuan seumuran dia. Saya ingat anak saya, saya kasihan mas. Akhirnya saya balik lagi. "
Ibu masih sempat merasa kasihan?
Padahal saya kasihan sama ibu.
Bu, segeralah mendapat kemerdekaan.
Ingat si Heru? ingat si Bujel?
Mereka sudah merdeka, ibu kapan?
Segeralah merdeka Bu.
Terima kasih selama ini sudah berbuat baik kepada saya di tenpat penjajahan.
Sekali lagi,
Segeralah merdeka Bu.
------------------------
Untuk Karmono, seorang menteri taman,
Dulu Kang Mono bilang ingin pergi dari tempat penjajahan tetapi tidak punya alasan.
Aku sudah membuatkan alasan, kapan kang Mono pergi?
Apa kang Mono tidak ingin bertemu dengan Heru dan Bujel di kampung halaman?
Aku saja ingin kembali bertemu dengan mereka, masa kang Mono tidak?
Aku rasa kang Mono sudah ditunggu kepulangannya,
aku yakin sekali mereka akan menjamu kembalinya kang Mono dan membuat pesta kecil-kecilan setibanya kang Mono di kampung Halaman.
Sebenarnya aku ingin sekali mendengar kang Mono bilang kepada majikan,
"Bu, saya mau pamit beberapa hari, kakak saya mau menikah."
Tapi ternyata aku yang kabur lebih dulu karena tidak betah.
Di sisi lain aku berpikir kang Mono adalah seorang pengecut,
di sisi lain aku berpikir kang Mono adalah orang yang super sabar.
Kalau ada kesempatan aku ingin kita menghabiskan waktu bersama,
sekedar ngrasani majikan atau berbagi cerita bodoh.
------------------------------------------------------
Untuk Kang Egy, sopir pribadi kesayangan majikan,
Daripada diberi uang tambahan uang tutup mulut,
Lebih baik kang Egy memeras majikan karena perselingkuhannya, ha ha ha
Lain kali semoga kita mendapat kesempatan untuk berbagi cerita ya kang.. :D
-----------------------------------------------------------------------------
Harga Sebuah Kebebasan..
Grandis : Kamu meninggalkan statusmu sebagai buruh dengan penghasilan beberapa ratus ribu per hari?
Mawar Nakal : Beberapa ratus ribu per hari tidak cukup untuk membayar kebebasanku.
Grandis : Lantas berapa harga yang pantas didapatkan untuk sebuah kebebasan..?
Mawar Nakal : Jawabannya..? Berapa harga yang harus dibayar untuk dapat berada di dekat seorang kekasih?
Grandis : Kalau itu..? Kalau aku tidak perlu membayar.
Mawar Nakal : Ya itu. Memang itu jawabannya. Tidak perlu ada bayaran untuk urusan kebebasan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Grandis : Kalau urusan kebebasan memang tidak memerlukan bayaran?
Ehm, lalu bagaimana seorang pelukis bisa hidup?
Mawar Nakal : Pelukis melukis untuk apa?
Grandis : Untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari.
Mawar Nakal : Berarti urusannya adalah biaya hidup bukan kebebasan.
Grandis : Oh iya, benar juga.
Mawar Nakal : Urusan kebebasan adalah urusan bebas berekspresi, bebas melukis, bebas melukiskan apa saja, tanpa terkecuali. Mungkin, sepertinya begitu.
Grandis : Lalu apa yang didapatlan seorang pelukis yang melukiskan sesuatu?
Mawar Nakal : Minimal sebuah kepuasan tentunya, bisa jadi disusul oleh kebanggaan, dan masih ada juga yang lain-lain.
Grandis : Walau tidak dibayar?
Mawar Nakal : Kalau urusan bayaran, tentunya akan merasa puas mendapatkan bayaran yang cukup, dan akan bangga karena memiliki pendapatan lebih dari orang-orang di sekitarnya.
Tapi masalahnya kalau itu adalah urusan bayaran. Kepuasan dalam urusan kebebasan tidak bisa dibayar berapa pun jumlahnya.
------------------------
Grandis : Sebagai manusia biasa aku bertanya apakah kamu tidak sayang meninggalkan majikanmu yang konon katanya mengerikan itu?
Mawar Nakal : Sebagai manusia biasa aku menjawab tidak ada rasa menyesal sedikit pun. Itu urusan materi, itu urusan uang, masalah yang amat sangat kecil.
Grandis : Belum tentu kamu mendapat penghasilan sebanyak ini di lain waktu?
Mawar Nakal : Kalau aku mempertahankan pekerjaanku sebagai orang jajahan, belum tentu aku memperoleh kebebasanku di lain waktu.
-----------------------------------------
Grandis : Memang bukan aku yang kehilangan gaji beberapa ratus ribu per hari, tapi kenapa aku ikut gregetan.
Mawar Nakal : Yang bilang begitu tidak cuma kamu.
Grandis : Apakah berarti aku benar?
Mawar Nakal : Aku tidak tahu. Tetapi apa yang diketahui dan dipercaya oleh orang banyak belum tentu benar.
Grandis : Jadi sebenarnya bagaimana?
Mawar Nakal : Sebenarnya, faktanya, kebebasan adalah sesuatu yang tidak bisa diberi harga.
Grandis : Tidak bisa dihargai?
Mawar Nakal : Bukan begitu. Masih bisa dihargai, tetapi tidak bisa dibayar.
-----------------------------------------------------------------------------
Grandis : Kalau aku punya yang 67 ribu, apakah aku bisa membayar kebebasanmu dengan memberikan 67 ribu kepadamu?
Mawar Nakal : Belum. Kamu harus memberiku kebih dari 67 ribu.
Grandis : Bagaimana kalau aku pinjam dari temanmu seribu, apakah bisa membayar kebebasanmu?
Mawar Nakal : Bisa!
Grandis : Aku harus meminjam siapa?
Mawar Nakal : Aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Yang aku tahu kamu harus membayar kebebasanku dengan lebih banyak dari apa yang kamu miliki. Itu adalah harga yang adil.
---------------------------------------------------------------------------
Harga sebuah kebebasan?
Tidak perlu ada bayaran untuk urusan kebebasan.
---------------------------------------------------
Banyak kesempatan untuk memiliki membuka pikiran di tempat terbuka,
Begitu juga sebaliknya apabila berada di tempat tertutup.
Salam #mawarnakal dari tempat suram dimana matahari hampir tak terlihat.
Jumat, September 27, 2013
Gawe Perkoro Ora Duwe Toto
Deso mowo coro, negoro mowo toto.
Ora usah golek perkoro, ndak malah kelangan nyowo.
--------------------------------------------------------
Beberapa waktu ini ada-ada saja alasan untuk kena marah.
Untuk aku ya baru beberapa waktu ini, lain halnya dengan mereka-mereka yang sudah terbiasa kena marah tanpa alasan yang masuk akal.
Aku serasa menjadi saksi bisu atas penjajahan,
sesekali aku juga menjadi korban penjajahan agar aku tahu pasti apa yang dirasakan oleh orang-orang jajahan lainnya.
Aku tidak habis pikir bagaimana mereka bisa bertahan dengan keadaan terjajah?
Ini urusan waras dan tidak waras, ada yang bilang nrimo.
Ada yang bilang wes kulino, dan ada yang bilang wes kebal.
Aku yakin mereka dulu merasa terjajah tetapi lambat laun mereka sudah terbiasa.
Ini adalah pemikiran yang berbahaya.
Dan amat sangat berbahaya lagi kalau cara berpikir seperti ini disebarluaskan.
Ini bukan masalah pemberontakan,
ini masalah menghargai kehormatan orang lain,
ini masalah menghormati keberadaan orang lain.
Aku dan orang-orang disekitarku sengaja dibuat agar mereka berpikiran bahwa mereka adalah benar-benar orang terjajah yang tidak bisa melawan.
Tidak dihargai keberadaannya,
dan dianggap keberadaannya, sengaja dicari-cari sewaktu dibutuhkan sebagai kambing hitam.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Deso mowo coro, negoro mowo toto.
Aku paham sekali arti kalimat tersebut.
Sebagai pendatang mau tidak mau harus mengikuti apa yang sudah ada.
Tetapi aku rasa tidak untuk berurusan dengan penjajahan.
-----------------------------------------------------------
Orang terjajah ada, ditakdirkan untuk merdeka.
Orang terjajah ditakdirkan untuk dimerdekakan, dan memerdekakan.
Sesudah dapat memerdekakan dirinya sendiri,
seharusnya orang-orang jajahan yang sudah merdeka, mereka juga memerdekakan orang-orang jajahan yang lainnya.
Aku sangat khawatir dengan keadaan orang-orang disekitarku.
Aku khawatir kalau mereka tidak sadar, terbiasa, dan tidak ingin memerdekakan diri mereka sendiri.
Aku takut kalau mereka terbiasa dengan keadaan terjajah, besar kemungkinan kalau penjajahan adalah sebagai salah satu kegiatan rutinitas.
Setiap ada perlawanan kecil ada-ada saja orang lain yang menjadi dampaknya.
Hal ini membuat mereka tidak ingin melakukan perlawanan, mereka terlalu takut tentang keadaan orang lain daripada keadaan diri sendiri.
Ini lucu.
Bagaimana bisa membuat orang lain bahagia kalau diri sendiri tidak bahagia?
Bahagia adalah hal yang relatif.
lebih sempit lagi, bagaimana bisa membuat orang lain merdeka kalau diri sendiri belum merdeka?
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Nde nyu jurne kali ini bukan urusan antara atasan dan bawahan,
tetapi antara majikan dan orang jajahan.
Deso mowo coro,
Gawe perkoro ora duwe toto.
Hari-hari terasa semakin nakal tak masuk akal..
Senin, September 23, 2013
Mburuh
Sebuah pertanyaan untuk orang-orang yang sering koar-koar di jalanan, di televisi, dan para jagoan diskusi yang selalu membahas buruh.
Mereka seolah-olah tahu benar kehidupan buruh, dan mereka terlihat sedang memperjuangkan hidup mereka agar menjadi lebih baik lagi.
Apakah mereka pernah merasakan jadi buruh?
--------------------------------------------------
Sebelum aku menjadi buruh di hari pertama,
di rumah majikan sudah ada 3 buruh sebelumnya, mereka makan dan tidur disana.
Jam kerja semena-mena,
perlakuan dihina-hina,
hari-hari mereka terlunta-lunta.
Baru 3 hari bekerja, aku pun sudah sama seperti mereka.
Pada awalnya aku berpikir, ini adalah hubungan wajar antara majikan dan orang-orang yang dibayarnya.
Ternyata tidak, ini adalah penjajahan.
---------------------------------------
Lebih busuk lagi,
majikan tidak hanya berperilaku semena-mena kepadaku,
dibelakangku pun dia masih saja menjelek-jelekanku.
Aku tahu berita itu dari 2 buruh lainnya,
mereka buruh yang lain lagi.
Kedua buruh ini lebih dipermalukan lagi hari-harinya,
Mereka dipanggil dengan cara diteriaki.
Kalau majikan belum puas,
mereka dipanggil dengan speaker dan sirene mobil ambulance.
Ini serius sebuah fakta.
Aku sering berpikir,
ternyata ada juga manusia mencari uang dengan cara dihina dan dipermalukan di depan umum.
Selain badut dan pelawak.
---------------------------
Rumah majikan amat sangat luas,
ada lahan kosong yang dijadikan, luasnya..?
Luasnya kira-kira..?
Nah, sebesar gedung pertunjukan teater, lebih besar sedikit.
Di sisi lainnya ada tanah lapang yang tidak dirawat.
Benar-benar tidak dirawat karena tidak tahu akan dipergunakan untuk apa lahan kosong itu.
Di sekeliling rumah terdapat taman dan kolam ikan,
ada juga gazebo yang terdapat di tengah-tengah kolam ikan.
Konon katanya, batu pijakan dari taman ke gazebo seharga 1 juta per buah.
Dan kaca yang dijadikan alas gazebo seharga 25 juta.
Rumah majikan lebih mewah daripada rumah yang pernah aku lihat di televisi.
-----------------------------------------------------------------------------
Aku tinggal di sebuah rumah khusus buruh bersama 3 buruh lainnya.
Suatu ketika aku membuat permainan,
Salah satu diantara mereka ada yang dipanggil bos.
Mereka bertiga menyetujui permainan itu,
aku pun juga memanggil salah satu diantara mereka dengan panggilan bos.
Ada kebahagiaan dibalik sedikit kebodohan,
sekedar untuk bersenang-senang menjalani rutinitas busuk yang tidak masuk akal.
Permainan bodoh itu tidak mengubah hidup mereka,
tetap setidak membuat hari-hari mereka sedikit menyenangkan.
Mereka tidak pernah menjadi bos dan tidak pernah memiliki majikan yang menghargai mereka, hari-hari mereka benar-benar tidak menyenangkan.
Aku cuma membuat pengalaman baru untuk mereka,
Pengalaman dipanggil dan dianggap bos, dan juga pengalaman untuk memiliki majikan yang tidak semena-mena.
Permainan bodoh ini adalah hiburan paling menyenangkan di rumah majikan.
-----------------------------------------------------------------------------
Sangat disayangkan permainan bodoh itu hanya berjalan tidak lebih 1 minggu,
1 buruh akhirnya menyerah dan pamit kerja dari rumah majikan.
Yang disesalkan adalah hilangnya 1 teman baru,
dan yang patut dirayakan adalah kebebasan seseorang memiliki kembali pilihan hidupnya.
Perginya 1 orang buruh tidak membuat perbedaan berarti,
tidak tahu harus sedih atau bergembira,
hari-hari dijalani seperti biasa,
permainan menjadi kurang mengasyikkan.
-------------------------------------------
Salah satu percakapan antara buruh dengan buruh harian.
Heru : asu kok. aku mau digawe isin juragane bahan bangunan neng kono pas dikon blonjo juragane.
Pak Budi : Lha ngopo?
Heru : Kae takon-takon bayaran.
Karmono : Mbok jawab opo?
Heru : Wah, ojo ditakoke pak. Ndak aku isin.
Njur juragane muni, nek aku ora njawab nota utangan juragane ora diwenehke.
Gelem ora gelem njur tak jawab.
Juragane wedhok muni ngene, Masya Allah, kae duite meh digowo mati.
Iki bocah anyar tak bayar 750, kowe wes tahunan kok ora nganti semono.
Wong sugihe ora umum kok yo cetile ora umum.
Pak Budi : Lha kowe muni, kula tak ndherek mriki mawon. Ngono goblok.
-----------------------------------------------------------------------------
Ini kalimat paling mengerikan yang pernah aku dengar secara langsung.
Kejadiannya ketika aku baru saja datang di rumah majikan.
Majikan : Gek ndang! Rasa kesuwen!
Heru : Nggih Bu.
Majikan : Nek kerjo ki sek saksek.
Kowe nek metu seko kene ora ono sek gelem nrimo kowe nyambut gawe.
Percakapan itu berakhir dengan perginya buruh itu 1 hari kemudian.
----------------------------------------------------------------------
Hari ini aku akan masih bertemu dengan buruh-buruh lainnya,
Aku belum tahu apa yang terjadi selanjutnya...
Hari ini tanpa salam #mawarnakal ,
hari hari ini tidak nakal, tetapi terasa brutal.
Langganan:
Postingan (Atom)
