Jumat, Desember 14, 2012

Bayi Lahir Tanpa Kepala


Kepala selalu bundar.

Bayi lahir tanpa kepala,
tanpa kepala tanpa otak,
kecuali bila suatu saat letak otak pindah ke dengkul atau selangkangan.

Bayi lahir tanpa otak,
kepalanya kotak,
sejak lahir sudah berbentuk kotak,
sejak dalam kandungan pun sudah dibentuk terlahir berkepala kotak.

Bayi lahir tanpa kepala.
Tetesan air hujan yang mengenai kepala tidak dapat mengalir begitu saja,
karena berurusan dengan sesuatu yang datar,
dan juga terpojok oleh sudut-sudut dan sisi-sisi lancip disekitarnya.

Ketika bisa menangis dan berkata-kata,
suara yang dikeluarkan tidak bisa terdengar bulat,
apalagi alasannya selain karena berkepala kotak?

Kalau membahas otak di dengkul,
sepertinya lebih baik daripada otak dalam kepala yang kotak.
karena dengkul bulat,
tidak seperti kepala yang kotak.

Dengkul yang melambangkan otot saja bisa bulat,
Otot melambangkan seorang pekerja.
Dan pada bentuk nyatanya,
pekerja lebih sulit daripada seorang pemikir,
Kalau dengkul saja bulat,
kenapa kepala tidak?

Padahal!
sebulat-bulatnya kepala,
selicin-licinya kepala,
selalu masih ada yang lebih bulat dan lebih licin..

Ialah!
Yang maha licin dan yang maha bulat!

Rabu, Desember 12, 2012

Malu Malu Asu


Hujan bunga-bunga berbentuk hati

Payung cinta berhujan bunga,
bunga-bunga berbentuk hati seakan berjatuhan bertaburan dari langit seperti hujan.
Bunga-bunga tersebut wangi manis dan beraura romantis,
sebenarnya payung tidak dibutuhkan ketika bunga-bunga cinta itu bertaburan dari atas.

Ya,
malu alasannya,
malu malu asu.
Asu selalu menggonggong,
tidak tahu apa sebabnya,
sebab baik atau tak baik.

Asu selalu menggonggong,
agar diperhatikan,
padahal tidak menggonggong pun tidak apa-apa,
padahal tidak diperhatikan pun tidak apa-apa,
itulah malu-malu asu.
Mungkin seperti,
setelah diberi makan majikan,
atau mungkin melihat seorang pencuri,
dan asu akan menggonggong.
Sebenarnya tidak menggonggong pun tidak apa-apa,
toh memang kewajiban majikan memberi makan,
toh urusan pencuri yang mau mencuri.
berdiam saja, melihatnya, dan merasakannya, bukan menjadi masalah kecil,
apalagi besar.
tetapi,
atas nama asu,
asu harus bereaksi..

Hujan bunga-bunga cinta berbentuk hati masih terus berjatuhan,
semakin deras dan semakin deras lagi,
kalau tidak sanggup lagi, mungkin akan klepek-klepek kebanjiran,
sehingga tenggelam dan tidak bisa bernafas,
dan itu menyenangkan.
Tetapi kenapa harus mencari payung,
payung cinta berbentuk bunga?
Agar imut?
Agar dilihat orang sedang bercinta-cinta berbunga?

Tetapi kenapa harus mencari pijakan yang lebih tinggi,
Mungkin menginjak orang lain?
agar terasa lebih tinggi?
atau agar terlihat lebih tinggi?

Kalau boleh telanjang buka-bukaan,
lebih baik mengaku saja kalau sebenarnya ingin telentang dan tengkurap bermain-bermain bermandikan hujan bunga-bunga cinta…



-------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisanku ini mungkin namanya puisi,
semoga kamu yang membaca ini merasakan keimutan yang ada dalam puisiku ini,
aku sudah bersusah payah agar dapat membuat tulisan imu semacam ini.

Aku bingung mau memberi judul apa,
sementara ini judulnya malu malu asu dahulu,
sebenarnya aku juga masih berniat membuat tulisan berjudul jinak-jinak-jangkrik, 
tetapi lain kali saja,
silahkan menunggu...



Salam #mawarnakal ,
tertanda Rosena Nmotise .

Pandangan Palsu


Semua yang tidak berkembang akan mati.
Tidak ada yang tidak, hanya lama prosesnya saja,
cepat atau lambat juga akan mati,
mau ngeles seperti apa pun juga akan mati.

Bayi lahir kalau tidak berkembang akan mati,
itu mutlak,
termasuk juga hal-hal lainnya,
misalnya otak.

Cara berpikir sempit dan tidak mau berkembang,
pada akhirnya juga akan mati tergilas pemikiran baru,
semakin lama bertahan semakin malu juga kalau masih tetap ngeyel tidak mau berkembang,
percayalah, setiap yang tidak berkembang akan mati.

Semua yang berkembang,
kalau salah dalam perkembangannya,
masih bagus kalau hidup dalam cacat,
karena tujuan akhirnya sudah jelas, kematian.

Selama ini aku berpikiran semakin banyak pengalaman semakin hebat juga,
ternyata tidak,
pengalaman tidak selalu berguna baik,
malah banyak yang memanfaatkan pengalaman sebagai hal yang buruk,
menipu dan membodohi misalnya.

Aku salah,
pengalaman, sebut masa lalu,
tidak selalu berguna untuk masa depan,
kalau salah dalam perkembangannya malah bisa menjadi mimpi buruk dibalik mimpi yang indah,
jawabannya ternyata adalah hal-hal baru yang menarik dan lebih baik dari masa lalu.


Aku tidak suka orang munafik,
dan kamu tidak usah munafik dengan berkata : masa laluku indah,
maka pantas saja aku mengagung-agungkannya,
tidak seperti masa lalumu yang buruk.

Itu cuma masa lalu,
dan semua masa lalu hanya akan tergilas waktu.

Selasa, Desember 11, 2012

Ruang Kecil Dan Mimpi Mimpi Besar


Dear Mawar,
aku sebut mawar karena ini bukan diary...


Ibuku baru saja pulang dari sebuah pusat perbelanjaan yang cukup ternama,
dia berkata baru saja ditraktir ratusan ribu oleh seorang temannya yang berprofesi sebagai jutawan.

Ibuku bercerita dia baru pertama kali melihat orang yang membeli cincin seharga 46 juta hanya dengan selembar kertas, mungkin cek namanya. Mereka berbelanja tidak mengeluarkan uang sepeser pun, setiap menemui kasir, yang diperlihatkan adalah selembar kertas voucher. aku membayang kertas itu memiliki mantera sihir yang dapat membuat siapa saja menghormatinya, bisa jadi kertas voucher itu semacam mantera ilmu gendam yang bisa membuat siapa saja tak berdaya.

Oleh-oleh darinya hari ini adalah gudeg, dan kue-kue berharga mahal seperti beberapa hari sebelumnya.
Ibuku bilang kalau temannya ini membeli gudeg habis 400 ribu, cuma membeli gudeg, dan kue-kue yang dibawakan pulang seharga seratusan ribu.

Pada saat ibu bercerita kepadaku,
kami berada disebuah tempat yang cukup kecil,
ruang tersebut mungkin sebuah ruang tamu bagi keluargaku, karena sering membicarakan hal yang serius di tempat itu.
Walaupun tempat itu berukuran kecil,
tapi ditempat itu sering terlahir mimpi-mimpi besar dalam keluargaku.


Sebelum ibuku bercerita denganku,
ibuku bertemu dengan seseorang.
Ibuku bercerita dia habis darimana saja.

Kamu jangan menggantungkan masalah keuangan kepadanya,
kalau begitu, kamu sudah menjadi hamba uang.
kata orang yang ditemuinya begitu saja.

Aku sudah jelas maksud pembicaraan itu,
Ibuku pun juga begitu,
dan ibuku cuma mengiyakan seperti biasanya,


Sebenarnya aku ingin mengatakannya secara langsung,
kamu religian, penglihatanmu picik,
apa yang kamu lakukan selalu benar,
dan apa yang dilakukan orang lain selalu salah,
kamu bangsat,
kamu keple,
kamu menjadi lonte tuhanmu sendiri.


Padahal kejadian sebenarnya di ruang yang disebut ruang tamu itu adalah masalah utang-piutang.
Bukan masalah keuangan yang berhubungan dengan foya-foya.
Ibuku bercerita kalau pasar, tempat mata pencahariannya  sehari-hari, hari ini sedang sepi.
Bukan sepinya pembeli, tetapi sepinya pengunjung di pasar.

Hal tersebut adalah hal serius,
karena hal itu bisa menjadi salah satu teror untuk orang banyak,
apalagi aku, dan terutama ibuku.

Karena sejak aku masih kecil pun,
pasar selalu dianggap sebagai tempat yang dipandang sebelah mata,
mungkin menjijikan,
tetapi bagi sebagian orang pasar merupakan suatu tempat yang menjanjikan,
banyak orang yang mendapat harapan baru ditempat tradisional itu.


Aku dan ibuku sebenarnya membicarakan masalah keuangan,
dari utang beberapa tahun lalu, sampai utangnya yang terbaru,
banyak hal yang tidak aku ketahui,
dan banyak hal lain lagi yang tidak diketahui orang lain.

Sekarang aku jadi ingat salah satu semangatku untuk mengerjakan skripsi...



Aku sebenarnya tidak pernah muak dengan orang religi,
selama dia bisa menempatkan bibir dan kelakuannya.

Yang setiap hari aku temui adalah religian yang selalu menang sendiri atas nama tuhannya.
Apa yang menurutnya pikirannya salah, disalahkannya atas nama tuhan dan berdasar kitap (sok) suci,
sedangkan kalau diri sendiri dinilai salah oleh orang lain,
dengan enaknya berkata hidupku hidupku, hidupmu hidupmu.
Menurut aku seorang yang benar-benar religi adalah orang-orang yang benar-benar baik di mata semua orang, tanpa terkecuali.

Aku berharap suatu saat memiliki kesempatan untuk menghabisi orang-orang yang sok religian seperti itu...
Dan mungkin aku akan dengan sombong berkata :

tuhanku menciptakanku sebagai penguasa dan penghancur,
bukan sebagai korban keadaan apa pun.


Sebagai orang biasa,
aku cuma bisa berkata dalam hati : "yang diatas yang maha tahu"...


Sepertinya aku lebih sering menghabiskan waktu di tempat itu,
walau pun sekedar melamun dan menciptakan mimpi-mimpi besar,
yang aku sayangkan dan takutkan adalah,
setelah aku menjadi orang besar aku tidak akan berada di ruangan kecil itu lagi,
padahal ruangan kecil itu adalah penghasil mimpi-mimpi besar untuk siapa saja yang pernah berada disana.

Senin, Desember 10, 2012

Sebuah Pelarian



Karena dia adalah sebuah pelarian,
sewaktu tersudut yang dicari adalah dia,
sebenarnya tanpa disadari setiap saat semua orang memikirkan dia,
dia, adalah sebuah pelarian.


beberapa hari kemarin aku disuruh menemani temanku tato,
tulisannya "suicidal dream", mimpi bunuh diri,
entah bermimpi bunuh diri atau memiliki mimpi untuk bunuh diri.

Aku tak mau menanyakan,
Aku lebih suka menerka-nerka nya sendiri...


Dia, yang disebut pelarian,
bisa menjelma menjadi apa saja,
contohnya..?


Pelarianku dan pelarian orang lain berbeda,
ya memang berbeda-beda,
tidak pernah ada orang yang sama persis, meskipun mereka berjodoh.

Pelarianmu dan pelarian orang lain juga berbeda,
walaupun mungkin terlihat sama, tetap saja berbeda.


Ada kesamaan antara semua pelarian yang ada,
namanya dia.



Kalau aku,
karena menulis adalah sebuah pelarian.

Padahal aku sendiri tidak tahu apa yang aku tuliskan,
mungkin karena aku belum mengerti dia yang pas untukku.

Minggu, Desember 09, 2012

Masa Depan Yang Menyilaukan


Sekarang ini aku di masa lalu,
masa depanku di sana, terlihat menyilaukan.

Aku sepertinya harus membiasakan memakai kacamata hitam kemana-mana,
mungkin sewaktu malam pun juga akan kupakai.

Kata temanku,
mungkin aku mirip dengan tukang pijit.

Ah, itu tidak masalah,
karena aku benar-benar membutuhkan kacamata hitam karena masa depanku yang terlalu menyilaukan.

Aku penasaran cahaya apa yang meyilaukan di masa depan sana,
aku yakin sekali masa depanku akan menyilaukan,
di sini pun sebenarnya aku sudah merasa silau.


Tetapi ada suatu keganjilan,
ternyata aku menakutkan kalau aku setiap hari langsung berhadapan matahari,
tanpa ada tempat untuk berteduh.

Kalau memang itu adanya, dan harapku tidak!
aku berarti memang benar membutuhkan kacamata.

Kacamata yang kugunakan nanti bukan hanya untuk menangkis sesuatu yang menyilaukan,
tetapi juga untuk menutupi identitasku.



Aku merasa besok akan dikejar-kejar orang banyak,
walapun mungkin hanya sekedar numpang foto atau mungkin mencaci maki, ha ha ha

Jumat, Desember 07, 2012

Mawar Nakal Yang Tertusuk Durinya Sendiri


Blog ini saya (baca : aku) buat dengan perjuangan berdarah-darah,
Saya (sepertinya sudah)berusaha mati-matian agar blog ini terlihat imut. =.=


Mempublikasikan sebuah tulisan adalah sebuah ..?
Mempublikasikan sebuah tulisan bisa jadi disebut sebagai hal bodoh,
karena secara langsung dan tidak langsung, tulisan akan menelanjangi diri sendiri.

Hal ini pernah dibenarkan oleh salah seorang tokoh ternama,
saya tidak ingat siapa namanya, dan saya tidak ada urusan dengan dia.


Tidak tahu siapa yang harus disalahkan,
tulisan-tulisan saya (sebut saja mawar) selalu terbawa ke arah yang serius,
bukan serius, tetapi cenderung ke arah ganjil absurdisme.
Ini merupakan kejadian serius sebuah lelucon,
karena tidak dapat menjadi apa yang diinginkan.

Tulisan-tulisan saya (sebut saja nakal ),
selalu nakal secara egois membahas tentang pandangan saya sendiri,
dan juga nakal memikirkan hal-hal di luar diri saya.

Sebenarnya saya ingin membuat blog ini menjadi semacam blog anak-anak yang imut sok kekinian,
dan pada awal tulisan selalu diberi tulisan "dear diary",
ternyata saya salah kaprah,
saya selalu lupa menulis hal itu sampai tulisan saya yang kesekian.

Saya selalu kacau untuk membuat tulisan yang bersifat imut.. :(

Kesalah-kaprahan ini saya sadari,
semoga saja tulisan-tulisan saya berikutnya bisa lebih imut,
sehingga pembaca yang imut bisa merasa menjadi lebih imut lagi,
dan pembaca yang sudah tidak imut bisa merasa imut kembali,
mohon maaf lahir dan batin,
sekian dan terima kasih.. :D

Salam #mawarnakal saja :)