Mencintaimu adalah buang-buang waktu.
Sejak awal sudah kutahu kalau ini bakal tak tentu.
Lebih dari 1000 hari bercinta denganmu,
Dan kau tiba-tiba saja menghilang tanpa ada sedikit jejakmu.
Aku tak tahu harus mengejarmu ke mana dan sampai mana.
Tidak ada jejak.
Yang aku hafal benar adalah bau tubuhmu.
Saat ini aku mengingat jelas aroma tubuhmu,
Semakin kuingat, semakin kulupa.
Dan yang kuingat adalah aroma parfum imitasi wanita yang sering kutemui di jalan-jalan.
Bukan ku tak mencintaimu, lagi.
Aku hanya takut lupa tentangmu.
Terlalu sering berjumpa, semakin sering terlupa karena dianggap sepele.
Aku tak mungkin seperti itu, kamu bukan keple.
Aku sudah berikan 1000 hari untukmu, tanpa pamrih.
Aku hanya ingin mengucap terima kasih karena kamu sudi menerimanya.
Dan tak kuduga juga kamu menerima hari-hari orang lain.
Mawar yang indah, tetapi sayangnya belum pernah menikmati keindahannya. Im Indonesian, im not "The Naughty Rose"
Rabu, April 01, 2015
Kita Begitu Romantis Bukan?
Sebagian diriku adalah amarah,
Sebagian diriku adalah hujan,
Sebagiannya lagi adalah kenangan dan bayang-bayang,
Dan sisanya cuma kamu yang tahu.
Sebagian dirimu adalah kelembutan,
Sebagian dirimu adalah kapas,
Sebagiannya lagi adalah pandangan kosong tanpa bayang,
Dan sebenarnya cuma kamu yang tahu.
Ketika hujan amarah berpelukan,
ada pandangan-pandangan kosong tanpa bayang di depannya,
Dengan sebebas-bebasnya kita dapat bebas berbebas-bebas, menentukan apa yang terjadi sedetik ke depan. .
Ketika lembutnya kapas terasa, ada bayang-bayang yang mengasyikan untuk selalu dikenang.
Bukankah kita saling melengkapi?
Lalu hal apa yang tidak tergenapi?
Itu yang aku rasa.
Aku tidak tahu apa yang kamu rasa.
Karena biasanya yang kamu rasakan adalah hal yang lain.
Kesepianku adalah gaduhmu,
dan gaduhmu adalah kesepianku.
Aku tahu kamu tahu hal ini, tak ada hal yang hampir terasa sesunyi ini.
Membicarakan sunyi seperti membicarakanmu yang kuucapkan dalam hati,
tentang ini dan itu yang tidak sampai diucapkan sedikit pun,
Ada detik-detik yang tidak pernah kamu mengerti karena aku tidak bisa, dan benar-benar tidak bisa menyampaikannya padamu.
Di sisi lain, aku enggan mengatakannya,
karena ku yakin kamu tak cuma enggan mendengarkannya, tetapi benar-benar tidak mendengarkannya.
Lebih baik aku berkisah kepada amarah, dan hujan,
karena tidak mungkin aku berdebat dengan kelembutan dan kapas yang selalu terlihat manis.
Manisnya dirimu tak semanis kenangan dan bayangmu,
dan begitu juga pahitku tak sepahit pandangan kosong tanpa bayang, yang kemudian terbang. Hilang.
Terbang ke langit dengan sengit,
ada hal yang dijeritkan yang bernama kerinduan dan kebencian,
yang menyatu dengan warna merah mawar dan kelabu duka,
ada yang tahu aku harus bercita seperti apa?
Bersuka? Atau berduka?
Dukaku adalah dukamu,
dan mungkin sukaku adalah dukamu.
Kita begitu romantis bukan?
Sebagian diriku adalah hujan,
Sebagiannya lagi adalah kenangan dan bayang-bayang,
Dan sisanya cuma kamu yang tahu.
Sebagian dirimu adalah kelembutan,
Sebagian dirimu adalah kapas,
Sebagiannya lagi adalah pandangan kosong tanpa bayang,
Dan sebenarnya cuma kamu yang tahu.
Ketika hujan amarah berpelukan,
ada pandangan-pandangan kosong tanpa bayang di depannya,
Dengan sebebas-bebasnya kita dapat bebas berbebas-bebas, menentukan apa yang terjadi sedetik ke depan. .
Ketika lembutnya kapas terasa, ada bayang-bayang yang mengasyikan untuk selalu dikenang.
Bukankah kita saling melengkapi?
Lalu hal apa yang tidak tergenapi?
Itu yang aku rasa.
Aku tidak tahu apa yang kamu rasa.
Karena biasanya yang kamu rasakan adalah hal yang lain.
Kesepianku adalah gaduhmu,
dan gaduhmu adalah kesepianku.
Aku tahu kamu tahu hal ini, tak ada hal yang hampir terasa sesunyi ini.
Membicarakan sunyi seperti membicarakanmu yang kuucapkan dalam hati,
tentang ini dan itu yang tidak sampai diucapkan sedikit pun,
Ada detik-detik yang tidak pernah kamu mengerti karena aku tidak bisa, dan benar-benar tidak bisa menyampaikannya padamu.
Di sisi lain, aku enggan mengatakannya,
karena ku yakin kamu tak cuma enggan mendengarkannya, tetapi benar-benar tidak mendengarkannya.
Lebih baik aku berkisah kepada amarah, dan hujan,
karena tidak mungkin aku berdebat dengan kelembutan dan kapas yang selalu terlihat manis.
Manisnya dirimu tak semanis kenangan dan bayangmu,
dan begitu juga pahitku tak sepahit pandangan kosong tanpa bayang, yang kemudian terbang. Hilang.
Terbang ke langit dengan sengit,
ada hal yang dijeritkan yang bernama kerinduan dan kebencian,
yang menyatu dengan warna merah mawar dan kelabu duka,
ada yang tahu aku harus bercita seperti apa?
Bersuka? Atau berduka?
Dukaku adalah dukamu,
dan mungkin sukaku adalah dukamu.
Kita begitu romantis bukan?
Karena Itu Adalah Hal Yang Tidak Ada
Ada keresahan yang sebenarnya tak ingin kupikirkan.
Sedikit mengangggu, sehari bisa beberapa kali kurasakan ini.
Ini sudah terjadi berhari-hari, dimulai sejak aku mulai berlari.
Cuma meneguk,
aku harus bersiap-siap meneguk sesuatu agar tidak tersedak,
cuma meneguk.
Padahal aku biasanya meneguk sesuatu yang lebih pahit dan keras dengan ringannya.
Mataku selalu tercuri perhatiannya,
pandanganku dan pikiranku sudah tercuri kepada sesuatu yang seharusnya tak kulihat dan kupikirkan.
Karena itu adalah hal yang tidak ada.
(Foto Model : Grandis )
Kamu berada di belakangku, berada di belakang orang-orang di sekitarku.
Bisa saja disebut aku dan orang-orang di sekitarku tidak sadar keberadaanmu, tetapi nyatanya kamu memang benar-benar berada di belakangnya.
Selalu ada tempat tersendiri yang tidak muat untuk didatangi lebih dari dua orang,
kamu tahu sudut itu bukan.
Sudut tempat kita menghabiskan waktu dengan canda tawa, dengan kejengkelan menunggu sesuatu yang seharusnya tidak penting untuk ditunggu, pertemuan-pertemuan dengan orang yang menyebalkan.
Kita menunggu bersama-sama,
menikmati waktu bersama-sama,
menghabiskan waktu berlama-lama, untuk sebuah perjalanan yang panjang.
Jalan panjang yang tidak pernah diketahui wujud tujuannya.
Aku dan kamu tahu itu.
Perjalanan menarik yang menyenangkan..
Perjalanan panjang yang menyenangkan,
mungkin kita sudah lelah melewati jalan panjang itu.
Tahu apa yang aku resahkan?
Kenapa kita hanya sebentar saja bisa bertahan di perjalanan?
Padahal mungkin tujuan kita sudah dekat.
Bisa saja disebut aku dan orang-orang di sekitarku tidak sadar keberadaanmu, tetapi nyatanya kamu memang benar-benar berada di belakangnya.
Selalu ada tempat tersendiri yang tidak muat untuk didatangi lebih dari dua orang,
kamu tahu sudut itu bukan.
Sudut tempat kita menghabiskan waktu dengan canda tawa, dengan kejengkelan menunggu sesuatu yang seharusnya tidak penting untuk ditunggu, pertemuan-pertemuan dengan orang yang menyebalkan.
Kita menunggu bersama-sama,
menikmati waktu bersama-sama,
menghabiskan waktu berlama-lama, untuk sebuah perjalanan yang panjang.
Jalan panjang yang tidak pernah diketahui wujud tujuannya.
Aku dan kamu tahu itu.
Perjalanan menarik yang menyenangkan..
Perjalanan panjang yang menyenangkan,
mungkin kita sudah lelah melewati jalan panjang itu.
Tahu apa yang aku resahkan?
Kenapa kita hanya sebentar saja bisa bertahan di perjalanan?
Padahal mungkin tujuan kita sudah dekat.
Senin, Maret 30, 2015
Pengakuan
Sejak kapan aku tahu kamu?
Dan sejak kapan kamu mengenalku?
Dan sejak kapan kamu mengenalku?
Itu bohong.
Semua itu tidak pernah terjadi.
Kita ini tak saling mengenal.
Kita ini tak saling mengenal.
Kamu tak pernah berucap tentang apa yang kau ingin dariku, aku pun begitu.
Kita berpura-pura saling mengerti dan menikmati hari-hari.
Kita berpura-pura saling mengerti dan menikmati hari-hari.
Rintik hujan mewakili banyak frasa dan rasa yang tak pernah kuucap dan tak bisa kukecap.
Dan kamu tak mungkin tahu apa yang kurasa dan apa yang ingin kusampaikan padamu.
Itu suatu bukti kalau aku ini bukan kekasih yang baik, yang bisa
berkomunikasi dengan baik,
dan kecil kemungkinan untuk punya cinta yang
baik.
Rintik hujan yang bisa mewakili bisik dan desah keluh kesah kisahmu,
Aku tak pernah bisa menerkanya.
Aku tak pernah bisa menerkanya.
Jumat, Maret 06, 2015
Anda mencintai pasangan Anda layaknya matahari!
Anda orang yang percaya diri dan cerdas. Anda menjalani kehidupan Anda sehari-hari tanpa kesulitan, namun pada malam hari Anda sangat gembira ketika berada dalam pelukan pasangan Anda. Pasangan Anda adalah seperti matahari untuk Anda: mencerahkan hari Anda dan selalu membuat Anda tersenyum, betapapun hari yang Anda lewati begitu melelahkan dan sulit. Anda hanya perlu memikirkan pasangan Anda untuk membuat diri Anda merasa lebih baik dan berani. Itulah yang Anda sukai dari pasangan Anda dan mungkin Anda harus mengatakan hal itu lebih sering kepadanya.
http://id.what-character-are-you.com/d/id/1301/result/7699.html#
Pagi-pagi dah nemu link gaje xD
Kamis, Januari 15, 2015
Hujanuari
Manusia mencintai sesama manusia karena mereka terlahir sebagai manusia.
Manusia mecinntai hewan dan tumbuhan karena mereka sama-sama terlahir sebagai
makhluk hidup.
Aku dan kamu terlahir sewaktu hujan,
dan sudah jelas seharusnya kalau kita mencintai hujan sebagaimana dia mempertemukan kita.
dan sudah jelas seharusnya kalau kita mencintai hujan sebagaimana dia mempertemukan kita.
Janganlah membenci hujan,
sebanyak apa pun kamu mengumpatnya dia tidak akan pernah membencimu sedetik saja.
sebanyak apa pun kamu mengumpatnya dia tidak akan pernah membencimu sedetik saja.
Apakah kamu pernah dendam kepada hujan?
Apakah dia pernah memisahkan kita?
Apakah dia pernah memisahkan kita?
Janganlah kamu dendam,
sudah semutlaknya kamu berterima kasih kepada hujan karena hujan sedang menyirami akar-akar rindu kita.
sudah semutlaknya kamu berterima kasih kepada hujan karena hujan sedang menyirami akar-akar rindu kita.
Aku dan kamu terlahir sewaktu hujan,
dan sudah jelas seharusnya kalau kita mencintai hujan sebagaimana dia mempertemukan kita.
dan sudah jelas seharusnya kalau kita mencintai hujan sebagaimana dia mempertemukan kita.
Hujan tak pernah menuntutmu membawa payung atau berteduh,
dia hanya memberi berbagai banyak pilihan
dia hanya memberi berbagai banyak pilihan
Kamu bisa bersenang-senang sebelum sakit karena bermain air
hujan, dari sekedar pilek sampai demam.
Pernah kita bermesraan sewaktu hujan,
berpelukan hangat di sela dinginnya hujan,
berbagi cumbu kata tentang aku dan kamu,
setelah hujan pergi kemesraan kita juga sedikit pergi, pergi terbawa hujan.
berpelukan hangat di sela dinginnya hujan,
berbagi cumbu kata tentang aku dan kamu,
setelah hujan pergi kemesraan kita juga sedikit pergi, pergi terbawa hujan.
Dan selama ini kita tak pernah berterima kasih kepada hujan.
Hujan,
terima kasih telah kamu pertemukan kami.
terima kasih telah kamu pertemukan kami.
Dan juga hujan,
terima kasih juga telah menyirami akar-akar kerinduan kami yang semakin mendalam semakin hari.
terima kasih juga telah menyirami akar-akar kerinduan kami yang semakin mendalam semakin hari.
Dan juga akar rindu akan kebebasan dari segala keterbatasan.
Rabu, Juli 30, 2014
Parade Hina
Akhirnya selesai juga parade busuk ini.
Ya, parade ini benar-benar busuk.
Semua berkata kita akan melakukan perjalanan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Singkat kata begitu.
Semua berlomba memberikan mimpi terindah yang diminati oleh banyak orang.
Sebelum semua orang merasa silau oleh janji-janji yang dikoar-koarkan.
Ada-ada saja ide nakal yang sungguh tidak masuk diakal.
Sebelum mata seseorang silau,
mata yang nantinya akan silau itu segera ditutupi terlebih dahulu agar nantinya tidak silau.
Sebelum telinga-telinga mendengar harapan-harapan yang mungkin palsu,
banyak telinga yang ditutupi oleh kata-kata hasutan yang lebih terdengar indah.
Sebelum dinyatakan kalah,
Sebelum habis kesempatan,
ini adalah detik-detik yang benar-benar genting.
Mata harus dibutakan sebelum bisa melihat apa yang seharusnya terlihat,
Telinga harus dibuat tuli sebelum mendengar apa yang seharusnya didengar.
Dan pada saat penentuan,
Semua sudah sama-sama tahu pihak mana yang kalah,
dan pihak mana yang jelas-jelas menang.
Hilangnya uang untuk taruhan adalah masalah di nomor ke sekian,
Malu berwajah adalah alasan mutlak untuk tidak mau kalah.
Semua orang menyatakan kemenangannya,
semua orang mendapat mandat.
Bagaimana mungkin?
Orang-orang bodoh semakin dibuat bodoh dengan kenyataan yang sengaja diperlihatkan.
Orang-orang pandai dibuat merasa bodoh dengan keadaan yang memang seharusnya tidak terjadi.
Walau pun terkesan benar-benar hina,
ini benar-benar terjadi, dan sudah terlewati.
Dan jangan lupa, ini belum selesai.
Kalimat yang paling menjijikan dan benar-benar munafik adalah mengkafirkan orang.
"Dia adalah kafir.
Apa yang kamu harapkan dari seorang kafir?
Jawabannya adalah neraka."
Yang bersangkutan bilang tidak tahu-menahu, padahal sebenarnya tahu benar kelakuan nakalnya yang memang tidak masuk akal.
Kebebasan memilih sudah ternoda dengan kalimat kafir.
Yang taat dengan tuhan dan agamanya dengan mantap berkata "dia kafir, aku tidak akan memilih dia."
Yang mencoba berpikir dengan otak dan hati nuraninya dengan mantap berkata "aku murtad, aku lebih memilih kafir dan memilih menjadi kafir yang baik hati."
Ini bukan lagi parade bebas memilih,
tetapi ini juga parade busuk penyesatan beragama dan bertuhan.
Orang-orang yang tersesat itu lupa, atau mungkin benar-benar tidak tahu kalau banyak yang korupsi atas nama agama.
Bahkan sekumpulan kertas yang disebut kitab suci akan dijadikan sekumpulan uang pribadi.
Tanah suci dijadikan lahan korupsi.
Mereka benar-benar tidak tahu, atau mungkin lupa kalau para pelakunya adalah pengikut tuhan yang terlihat taat dan fanatik.
Dan pada saat penghakiman,
Si tersangka pun disebut dengan jelas sebagai tersangka.
Si tersangka malu bukan kepalang,
kemudian dia membuat isu itu tidak benar.
Dia menolak kenyataan,
dia sendiri yang berkata : aku menolak kenyataan ini.
Aku akan naik banding,
aku akan memberikan bukti-bukti, yang tidak masuk akal sekali pun.
Ah, sayang, bukti yang amat sangat banyak itu akhirnya hilang.
Tetapi jangan senang dulu, aku belum kalah denganmu.
Orang lain berkata aku kalah denganmu, tetapi tidak kataku.
Akan aku jegal setiap langkahmu, itu janjiku.
Dan seketika juga parade ini menjadi parade dendam.
Sementara orang yang selalu difaktakan sebagai kafir yang sudah jahat dari lahir tenang-tenang saja.
Seharusnya dia bisa dengan mudahnya berkata "Ini adalah takdir tuhan kalau saya menang.", tetapi tidak dia ucapkan.
Ini adalah parade kebebasan, siapa saja harus bebas.
Siapa saja bebas memilih tanpa terkecuali.
Dan di parade ini siapa saja harus bisa menang, orang yang tidak tahu apa-apa sekali pun.
Akhirnya selesai juga parade hina ini,
banyak kafir bermunculan dan banyak orang yang mendadak menjadi kafir dalam parade hina ini.
Yang tidak tahu merasa sok tahu,
yang tidak paham menyesatkan ke sesama orang yang tidak paham,
aku hampir saja tidak waras dalam parade ini,
dimana-mana berkata kebebasan memilih tetapi fakta yang ada adalah hasutan.
Aku berkata aku memilih dia, dan aku dibilang tidak waras.
Aku dengan jujur berkata memilih dia, aku dibilang aku ditipu.
Aku dengan santai memilih dia, aku dibilang ini tak sesantai yang kamu anggap, ini adalah hal yang serius.
Aku bilang semoga saja ini sudah berakhir,
Tetapi terdengar samar-samar di telinga " ini belum selesai."
Senin, Februari 10, 2014
Ringan, mari berangan-angan
Mendekati hari pemilihan banyak orang berlomba-lomba melakukan pencitraan.
Pencitraan memang sudah setiap hari dilakukan,
tetapi pada saat mendekati hari pemilihan kemaksiatan, kelakuan baik amat sangat mudah terlihat dimana-mana, berlebihan dan menjijikan.
---------------
( Foto : Leyloor)
Ringan Tangan.
Kelakuan orang-orang yang ringan tangan sangat mudah ditemui.
Alasannya cuma 1 untuk promosi dengan atas nama pencitraan.
Mulai dari membagi sembako atau sekedar mendengarkan curhat warga.
Dengan merasa diperhatikan dan diberi waktu untuk sambat, hati warga akan berbunga-bunga.
Masalahnya yang melakukan kegiatan pencitraan ringan tangan ini tak cuma 1 orang,
hampir semua orang yang sedang melakukan pencitraan melakukan hal seperti itu.
Kalau sudah begini tinggal tindakan apa yang sudah diberikan kepada warga.
Berlomba-lomba saling memberi sembako atau kebutuhan warga lainnya sebanyak-banyaknya.
Yang dapat membuat masyarakat terkesan akan bisa cengengesan karena merasa akan dipilih.
----------------------------------------------------------------------------------------------
( Foto : Jemek )
Ringan Cocot.
Banyak poster bertebaran berlomba-lomba nyontong untuk dipilih.
Pilih saya.
Jangan ragu pilih saya.
Ingin hidup lebih baik? Pilih Saya!
Apa maumu? Saya beri!
-------------------------
Kalimat kalimat sesat beredar di masyarakat.
Apakah masyarakat tahu keseharian mereka?
Jawabannya adalah tidak sama sekali
Masyarakat hanya mengenal kalimat sesat mereka selama masa pencitraan.
Target mereka adalah masyarakat-masyarakat bodoh yang mudah dikibuli dengan sekedar diberi janji.
Tujuan mereka adalah menyuntikkan janji-janji berupa kalimat sesat kepada masyarakat.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Masyarakat seharusnya sadar bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pernah diketahui perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan mengerti perilaku sehari-hari bukanlah jaminan untuk bisa dipilih.
Orang bisa saja berubah sewaktu-waktu.
Di media masa sudah jelas orang-rang yang berjabatan penting nyata-nyatanya melakukan korupsi.
Jangan dibayangkan berapa banyak uang yang sudah mereka tilep.
Kalau tidak sanggup membayangkan berapa banyak uangnya dan bisa dipergunakan untuk apa saja nanti bisa stroke.
Partai-partai berkedok keagamaan ternyata tidak sereigi partai yang mengusungnya.
Dari luar banyak partai terlihat agamis.
Kawin cerai bukanlah hal yang terasa menghebohkan karena sering terdengar di media masa.
Selingkuh dan nikah siri adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari, karena hal tersebut seakan-akan sengaja dibuat untuk menjadi hal yang menjadi tidak tabu.
Tetapi pernahkah mencoba membayangkan apa yang dirasakan oleh wanita-wanita yang menjadi korban?
Masih mau berharap kepada partai agamis?
Pada kenyataannya partai agamis adalah partai atas nama agama untuk melaksanakan hal-hal najis.
Lalu kalau sudah begini harus memilih siapa?
Ya pilih saja saudara atau kerabat yang bisa dipastikan memberi perubahan yang lebih baik, he he he
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya sebenarnya sangat tidak tertarik kepada segala hal yang berbau politik.
Politik selalu menarik perhatian semua orang untuk memperhatikan dan kemudian mengumpatnya.
Saya sudah membiasakan untuk tidak menyimak berita perkembangan dunia politik.
Tetapi masalahnya kemarin tiba-tiba saja ada spanduk bergambar wajah orang jalang di tembok luar rumah saya, tanpa izin sebelumnya.
----------------------------
Pada saat pencitraan saja sudah menghilangkan hak kenyamanan orang lain.
Kira-kira apa yang akan terjadi kalau caleg-caleg tersebut nantinya memiliki kewenangan?
Salam #mawarnakal
Rabu, Desember 25, 2013
Hari Nakal
Hari Nakal 2
( Salah satu catatan #mawarnakal di hari natal )
Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada semua orang pada
hari ini,
baik yang merayakan atau tidak,
baik yang saya kenal atau pun tidak,
Baik yang membaca tulisan ini atau tidak.
baik yang merayakan atau tidak,
baik yang saya kenal atau pun tidak,
Baik yang membaca tulisan ini atau tidak.
-----------------------------------------
Menurut saya, urusan beribadah adalah suatu urusan yang
MUTLAK tidak boleh diganggu sedikit pun.
Pada era yang katanya serba modern, canggih, dan kekinian
pada saat ini ternyata masih ada orang-orang yang berpikiran lebih tidak
berguna dari orang zaman purba.
Bukannya saya menganggap bodoh orang zaman purba,
maksud saya orang zaman purba hanya "memfokuskan" pikirannya untuk bertahan hidup dengan makan dan berkembang biak, sampai pada akhirnya mereka ada yang dapat berevolusi menjadi makhluk jenius semacam Enstein dan penemu-penemu hebat lainnya.
maksud saya orang zaman purba hanya "memfokuskan" pikirannya untuk bertahan hidup dengan makan dan berkembang biak, sampai pada akhirnya mereka ada yang dapat berevolusi menjadi makhluk jenius semacam Enstein dan penemu-penemu hebat lainnya.
Ada satu hal yang sangat perlu diperhatikan,
orang zaman purba tidak pernah saling mengganggu atas apa yang mereka anggap sebagai tuhan.
orang zaman purba tidak pernah saling mengganggu atas apa yang mereka anggap sebagai tuhan.
Anggaplah di zaman tersebut hanya ada sumber penghidupan
sebagai penburu dan bercocok tanam,
Atau mungkin, karena belum adanya kitab suci mereka
menganggap api atau air sebagai dewa/ tuhan,
Bisa jadi juga alasan fisik, mungkin ada manusia purba yang
berambut panjang dan berambut pendek,
Saya lupa apakah ada teks sejarah tentang mayoritas berusaha
menghabisi minoritas..?
Sewaktu saya SD,
Saya tidak pernah membaca tulisan tentang orang zaman purba yang menjadi mayoritas menghabisi orang zaman purba yang menjadi minoritas.
Saya tidak pernah membaca tulisan tentang orang zaman purba yang menjadi mayoritas menghabisi orang zaman purba yang menjadi minoritas.
Kecuali guru saya lupa menceritakan hal tersebut,
atau mungkin guru saya berusaha menutupi hal sebenar-benarnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Tercatat jelas dalam sejarah (setelah evolusi manusia
purba),
manusia ternyata saling menyingkirkan yang lain atas nama tuhan,
berusaha menghabisi kaum yang lain dan tak segan-segan untuk menghabisinya langsung di tempat.
manusia ternyata saling menyingkirkan yang lain atas nama tuhan,
berusaha menghabisi kaum yang lain dan tak segan-segan untuk menghabisinya langsung di tempat.
Pembunuhan-pembunuhan yang sudah dilakukan atas nama tuhan
menurut mereka adalah suatu hal halal yang sudah seharusnya dilakukan,
bahkan sampai saat ini masih terdengar nyaring tentang iming-iming berbagai macam hadiah di akhirat bagi mereka menghabisi orang yang memiliki kepercayaan yang lain.
bahkan sampai saat ini masih terdengar nyaring tentang iming-iming berbagai macam hadiah di akhirat bagi mereka menghabisi orang yang memiliki kepercayaan yang lain.
tuhan jalang macam mana yang suka melihat makhluk ciptaannya
saling menghabisi makhluk yang lainnya?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari natal adalah hari yang brengsek menurut saya,
saya anggap brengsek karena pada hari tersebut terkesan berlebihan.
saya anggap brengsek karena pada hari tersebut terkesan berlebihan.
Ada banyak penjagaan khusus di SETIAP tempat ibadah,
dari masyarakat yang tidak merayakan ibadah, polisi, kelompok-kelompok yang berlainan agama, dll,
mereka sibuk berjaga-jaga menghabiska tenaga di tempat ibadah.
dari masyarakat yang tidak merayakan ibadah, polisi, kelompok-kelompok yang berlainan agama, dll,
mereka sibuk berjaga-jaga menghabiska tenaga di tempat ibadah.
Menurut saya pribadi, itu adalah BUKTI MUTLAK bahwa ada
orang-orang dari kelompok tertentu yang sampai saat ini hidupnya berada dibawah
ancaman.
Orang-orang yang berada dibawah terror tersebut hidupnya
tidak lebih baik dari hidup di zaman manusia purba.
Tanpa kemunafikkan,
mari kita ingat lagi apakah fungsi agama, tuhan, dan kitab sucinya?
apakah ada fungsinya?
mari kita ingat lagi apakah fungsi agama, tuhan, dan kitab sucinya?
apakah ada fungsinya?
Saya rasa tidak.
Tuhan adalah sebuah kata yang wajib digunakan untuk
menghabisi orang lain.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada semua orang pada
hari ini,
baik yang merayakan atau tidak,
baik yang saya kenal atau pun tidak,
Baik yang membaca tulisan ini atau tidak.
baik yang merayakan atau tidak,
baik yang saya kenal atau pun tidak,
Baik yang membaca tulisan ini atau tidak.
Tidak lupa juga saya ucapkan selamat hari nakal,
kepada orang-orang jalang yang mengharamkan mengucapkan hari raya keagamaan kepada orang lain,
kepada orang-orang jalang yang mengharamkan mengucapkan hari raya keagamaan kepada orang lain,
Tidak lupa juga saya mengucapkan selamat hari nakal dari
hati yang terdalam,
untuk orang-orang yang sudah menyebarkan pengharaman dalam mengucapkan hari raya keagamaan orang lain.
untuk orang-orang yang sudah menyebarkan pengharaman dalam mengucapkan hari raya keagamaan orang lain.
Ingin tahu fakta sebenarnya?
Orang yang sedang merayakan hari raya keagamaannya TIDAK
SEDIKIT PUN ingin diberi ucapan.
Bisa jadi mereka akan lebih senang kalau tidak dianggap
keberadaannya, daripada dianggap ada keberadannya tetapi hanya untuk dianiaya.
---------------------------------------------------------
Pancasila? Apa kabarnya?
Pancasilanya masih ada, tetapi prakteknya dalam kehidupan sehari-hari tidak ada.
Pancasilanya masih ada, tetapi prakteknya dalam kehidupan sehari-hari tidak ada.
Bhinneka Tunggal Ika apa kabarnya?
Bhinneka Tinggal Luka keadaan yang sebenarnya.
Bhinneka Tinggal Luka keadaan yang sebenarnya.
Dari hati yang turut berduka,
Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada siapa saja, terlebih yang merayakannya.
Saya mengucapkan selamat hari nakal kepada siapa saja, terlebih yang merayakannya.
Salam #mawarnakal
Senin, Desember 02, 2013
Membicarakan Takdir
Mawar Nakal : Mas, bisa ajari aku merokok?
Aku ingin bisa merokok dengan menggunakan rokok lintingan.
Buruh Nakal : Siapa pun bisa merokok, merokok gampang kok.
Mawar Nakal : Ajari aku melinting rokok.
Buruh Nakal : Aku tidak bisa melinting rokok.
Mawar Nakal : Bagaimana bisa mas tidak bisa melinting rokok sendiri?
Sedangkan mas seorang perokok dan setiap hari tidur di kebun tembakau?
Buruh Nakal : Dengarkan, aku ditakdirkan untuk membeli rokok.
Aku tidak ditakdirkan untuk melinting sendiri.
Senin, November 18, 2013
Surat Dari Grandis
Aku ingat pertemuanku pertama kali dengan kupu nakal, teman dekat dari mawar nakal.
Kami sering berbual berlemparan syair.
Ya, sampai sekarang tak bosan-bosannya kami bermain syair.
Kami tidak tahu apakah kami disebut berprofesi penyair atau bukan.
Tetapi yang pasti kami selalu merasa senang ketika berurusan dengan syair.
Keputus-asaan tentang sebuah profesi yang terlantar membuatku turut berduka.
Sebelum aku asyik menjadi penyair atas nama cinta,
aku sudah melihat orang lain asyik menjadi penyair atas nama kebebasan,
keberadaan penyair tersebut sekarang menjadi samar,
aku takut sesuatu yang samar kemudian akan menghilang.
Ada yang ganjil ketika aku berurusan dengan cinta tetapi merasa samar dengan apa yang disebut kebebasan.
Sebelum berurusan dengan syair urusan cinta, aku lebih mengenal syair urusan kebebasan.
Kebebasan adalah awal dari semua hal,
bisa melahirkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya,
bisa menghasilkan sesuatu yang buruk dari apa yang sudah ada,
atas nama kebebasan semua tak terkendali.
Yang membuat duka adalah ketika melihat sesuatu yang buruk dan tidak terkendali,
melihat keterlantaran dalam urusan kebebasan misalnya.
Hina rasanya mengetahui hilangnya kebebasan dari seseorang,
lebih hina lagi karena tahu orang itu ternyata sengaja menghilangkan kebebasannya sendiri,
setelah memiliki jarak dengan kebebasan, kemudian merasa terpuruk,
dan terlihat seakan-akan benar-benar sedang terpuruk karena jauh dari kebebasan.
Tidak ada yang lebih tragis daripada melihat seseorang yang tidak berdaya.
Untuk Rosena Nmotise Rubysege Von FZ alias mawar nakal,
kembalilah ke jalan yang benar, semoga tetap nakal.
Best Regards,
Grandis T
***
[ komputermu belum dimatikan, akunmu belum di log-out,
akhirnya aku bajak saja, he he he ]
Profesi Yang Terhilang
Aku sepertinya baru sadar akan sesuatu.
Salah satu profesiku telah hilang.
Aku bukan penyair lagi, sepertinya begitu.
Salah satu hal yang dilakukan oleh seorang penyair adalah membuat syair.
Terlepas tahu atau tidak tentang pengertian syair,
Terlepas bagus atau tidak,
Terlepas dipublikasikan atau tidak,
Terlepas disukai banyak orang atau tidak,
Terlepas disanjung atau dihina,
Terlepas menghasilkan bayaran atau tidak,
Terlepas dimengerti atau tidak,
Terlepas , terlepas, dan terlepas,
Terlepas semua alasan untuk membuat terikat.
-----------------------------------------------
Seorang teman mengingatkanku tentang syair,
Hanya ada satu kata : Lawan!
temanku ini dekat sekalu dengan deretan kata-kata itu.
Ini mengingatkanku kepada sesuatu,
aku kenal sekali hal absurdisme ganjil tersebut,
aku kenal sekali siapa aku,
aku kenal sekali siapa aku,
dan aku kenal siapa aku sekarang ini.
--------------------------------------
Seorang penyair adalah mesin pencipta kebahagiaan.
Kebahagiaan mutlak untuk dirinya sendiri.
Dan katanya seorang penyair berguna kalau syairnya berguna untuk orang lain.
Begitu memuakkan kalau semua hal yang ada selalu dikaitkan dengan fungsi.
Syair yang diciptakan oleh penyair adalah wujud kebahagiaan berupa pelampiasan.
Pelampiasan perasaan, pikiran, imajinasi, dan semua hal yang mungkin tidak bisa dilihat.
Menurutku pribadi tidak semua syair memiliki fungsi untuk orang lain,
Itu karena syair benar-benar egois milik penciptanya sendiri.
Apa yang ada di dalam kepala orang,
yang paling mengerti adalah orang yang punya kepala.
Mana bisa orang lain tahu apa yang ada di kepala orang lain?
Kalau menerka-nerka itulah jawabannya.
Seorang penyair adalah mesin pencipta kebahagiaan,
Seorang penyair adalah tuhan, yang bisa menciptakan apa saja sesuai yang dipikirkannya dalam wujud syair.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Profesi penyair sama dengan profesi yang lainnya,
ada prosesnya dalam penciptaannya.
Meluangkan waktu,
meluangkan pikiran,
meluangkan tenaga,
berusaha merangkai dan menghubungkan segala sesuatu,
dan tentunya ada hasil yang terlahir, bahasa sok senimannya adalah karya.
Kata karya adalah kata yang ora mbejaji,
ada banyak orang yang seakan-akan mengerti tentang karya, kemudian menggunakan kata karya sebagai salah satu bahan untuk bertanya. Sombong dan melecehkan masuk hitungan.
Aku merasa alergi dengan kata ini.
Mana karyamu?
Apa ini bisa disebut karya?
Ini adalah kata yang sering terdengar dari seorang penjajah.
Usaha penjajahan, pelecehan, penghakiman, penghabisan, dibuat seperti sebuah pertanyaan atas nama karya.
Karya?
Imut sekali bukan? :D
-----------------------
Aku merindukan profesiku yang dulu,
perlawanan atas penindasan,
keadilan atas ketidak-adilan,
kebangkitan dalam keterpurukan,
suara dalam sepi,
cahaya dalam kegelapan,
dan segala macam keajaiban lainnya.
-----------------------------
Salam #mawarnakal oleh calon mantan penyair,
semoga hal ini tidak pernah terjadi.
Obrolan Semalam
Aku hampir sesak bernafas karena obrolan temanku di dunia maya, tertawa alasanku.
Kami saling kenal sudah beberapa tahun yang lalu, sejak dimulainya jaman abu-abu dan sampai sekarang dimulainya jaman akhir jaman, kami masih sering berkomunikasi di dunia maya.
Temanku ini tinggal jauh di desa, sedangkan aku berada di kota.
Obrolan tadi malam benar-benar begitu menggelikan.
Temanku ini sudah lulus kuliah,
tempat kuliah menjadi tujuan utama anak-anak yang lulus sekolah,
banyak orang rambut pirang yang kuliah disana, itu berarti tempatnya kuliah benar-benar diperhitungkan di luar negeri.
Tempatku kuliah biasa-biasa saja,
tidak ada yang sukses di bidangnya,
paling-paling tenar karena karya seseorang, bukan pekerjaannya.
Konon katanya tempatku kuliah adalah pabrik para tenaga pengajar.
Sudah ternama dimana-mana., itu konon katanya.
Persamaan tempat kuliahku dan tempat kuliahnya ternyata adalah sama-sama pencetak pengangguran.
Memang setiap tempat kuliah pasti selalu mencetak pengangguran, tetapi selalu dtutup-tutupi.
Tempat kami memberikan fasilitas yang memadahi,
Tempat kami adalah mesin pencetak orang-orang berkualitas.
Tempat kami adalah tempat yang ternama, tidak usah ragu.
Sekolahkanlah anak anda di tempat kami.
Kata-kata tersebut selalu berada di tempat yang memiliki kesempatan untuk promosi jurusan, fakultas, dan kampusnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Teman Rosena : Apa kabar bos?
Rosena : Baik. Apa kabar juga kamu?
Teman Rosena : Baik. Eh, ada lowongan pekerjaan?
Rosena : Bukannya kamu berijazah hukum ya?
Teman Rosena : Ijasah saat ini tidak berguna.
Rosena : Serius kuwi?
Teman Rosena : Iyo, tenanan. Kamu bekerja dimana sekarang?
Rosena : Belum punya pekerjaan tetap. Masih menjual diri dan menggerluti dunia hitam.
Bisa dibilang masih menganggur.
Teman Rosena : Kuliah ki mung buang-buang wektu karo duit.
Rosena : Sek penting ojo ngomong ngono karo wong sek ra ngerti.
Aku sek ora ngerti yo melu dadi ngerti. ha ha ha
Teman Rosena : Paling cilaka aku,
kalau tidak memberitahukan sesuatu yang sebenarnya/ tidak memberitahu kebenaran, aku bisa terkena pasal pembiaran bos.
Aku hafal sekali pasal itu
Rosena : Oh begitu? Salamt malam ya bro es ha. Saya mau tidur dulu.
Malam ini aku sepertinya aku akan bermimpi indah.
---------------------------------------------------
Salam #mawarnakal ,
Salam panas dari keadaan yang sesungguhnya :D
Rabu, November 13, 2013
Judi
Grandis : Ada lowongan pekerjaan lho.
Mawar Nakal : Dimana?
Grandis : Tempat dimana harus meninggalkan rasa nasionalisme.
Di luar negeri, gajinya belasan juta per bulan.
Mawar Nakal : Rasa Nasionalisme apa? Kerja dimana?
Grandis : Di (sensor).
Mawar Nakal : Oh disana? Gajinya memang besar.
Tapi bagaimana kalau aku bernasib seperti TKI yang lain?
Grandis : Ini bukan TKI, gaji TKI tidak sampai segitu.
Mawar Nakal : Syaratnya apa saja?
Grandis : Kamu cukup datang ke (sensor), nanti ketemu aku disana.
Transportasi itu urusanmu sendiri.
Mawar Nakal : Terima kasih informasinya.
-------------------------------------------
Kupu Nakal : Sudah mendapat pekerjaan lain selain (sensor)?
Mawart Nakal : Belum, aku masih jual diri.
Kupu Nakal : Ada pekerjaan lho. Bisa berlayar ke luar negeri dan dibayar.
Mawar Nakal : Ada urusan dengan paspor dan visa?
Kupu Nakal : Iya.
Mawar Nakal : Aku tidak begitu tertarik.
Kupu Nakal : Gajinya menggiurkan, bekerja setahun bisa mendapatkan ratusan juta.
Mawar Nakal : Aku pikirkan dulu.
Kupu Nakal : Jangan lama-lama berpikir, kapal segera berlayar.
-----------------------------------------------------------------
Grandis : Kali ini aku membawa kabar baik.
Mawar Nakal : Apa itu?
Grandis : Tempat yang bisa menghasilkan uang. Salah, tempat bermain-main yang bisa menghasilkan uang.
Mawar Nakal : Apa syaratnya?
Grandis : Setiap hari harus rajin absen. Pakai pakaian rapi.
Mawar Nakal : Aku ingat sesuatu. Aku tida punya pakaian rapi.
Grandis : Syaratnya harus rapi.
Mawar Nakal : Aku sadar sesuatu kenapa aku tidak punya pakaian rapi, karena aku tidak suka pakaian rapi. Aku saja jarang pakai baju.
Grandis : Kalau begitu tetap saja jual diri di dalam rumah. Yang penting menghasilkan sesuatu.
----------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan uang harus keluar uang terlebih dahulu.
Ini bukan mencari penghasilan.
Ini namanya judi.
Dan judi adalah sesuatu yang haram.
-------------------------------------
Untuk mendapatkan sesuatu harus mengeluarkan sesuatu terlebih dahulu.
[ Ini bukan membahas anak ]
Kalau begitu tidak ada kehidupan yang halal, toh semua dasarnya berasal dari judi.
------------------------------------------------------------------------------------
Kupu Nakal : Kamu membicarakan judi, apa kamu berniat menjadi penjudi?
Mawar Nakal : Ya. Aku baru sadar aku adalah seorang penjudi sejak lahir, ha ha ha
--------------------------------------------------------------------------------------
Ini taruhanku, mana taruhanmu..!?
( Foto : Kupu Nakal )
Rabu, November 06, 2013
Pembodohan Di Bangku Sekolahan
( foto : Wisnu Asa Ajisatria )
Setelah sekolah berlama-lama, apakah ada jaminan hidup menjadi lebih baik?
Konon katanya iya,
kalau berhasil menempuh pendidikan,
kalau berhasil menuntut ilmu,
kalau berhasil mencari pengalaman,
kalau berhasil mendapat ijazah,
dan kalau-kalau yang lain.
Siapa yang menjamin?
Jawabannya adalah tidak ada.
Sukses tidak ditentukan oleh berapa lama menempuh pendidikan,
apalagi sekedar berapa banyak ijazah yang dimiliki.
-----------------------------------------------------
Aku pernah tahu sepasang majikan bodoh,
bisa dibilang bodoh karena SD saja tidak lulus.
Tetapi tunggu dulu,
sepasang manusia tidak wajar ini berbeda dengan yang lain.
Mereka cukup dipandang di suatu kota tertentu,
di dunia bisnis yang mereka jalani mereka cukup terkenal.
Walau pun mereka terbukti bodoh dalam bidang akademik,
tetapi ternyata anak mereka adalah cum laude.
Buah tidak jauh dari pohonnya,
berpendidikan atau tidak, ternyata kembali lagi ke rutinitas sehari-hari.
Sepasang makhluk tidak wajar tersebut tidak pernah merasa bahagia walau pun hidupnya bergelimang harta.
Harta mereka sungguh berlimpah seperti di dongeng-dongeng,
Sayangnya mereka punya kesombongan fatal.
Aku SD saja tidak lulus bisa kaya seperti ini,
kamu sekolah lebih tinggi dari aku kenapa tidak lebih kaya dari aku.
Tidak jarang juga mempertanyakan "kamu itu siapa" kepada orang-orang yang berjasa di sekitarnya?
Padahal tanpa adanya orang-orang disekitarnya sepasang makhluk tidak wajar tersebut mungkin sudah jadi hiasan museum karena kelangkaannya.
Sungguh disayangkan anak tunggalnya ini memiliki pola pikir seperti orang tuanya yang tidak wajar.
Tidak peduli memiliki ijazah sebanyak apa pun, cum laude sekali pun,
kalau cara berpikirnya tidak wajar tetap saja hidupnya tidak wajar.
Satu lagi fakta pendidikan tinggi tidak mempengaruhi cara berpikir dan gaya hidup.
----------------------------------------------------------------------------------
Aku pernah punya teman anak seorang tukang becak.
Dia bersekolah di universitas cukup ternama di Indonesia secara cuma-cuma, karena kepandaiannya.
Kehidupan di keluarganya cukup menyenangkan.
Pintu selalu terbuka untuk siapa saja,
kehidupan khas orang jaman dulu yang belum tersentuh perkembangan yang memuakan.
Bersikap ramah kepada siapa saja,
Menganggap keluarga kepada siapa saja yang dikenalnya,
Walau pun terkesan menyenangkan tetapi aku malah kasihan kepada orang-orang seperti mereka.
Mereka sangat mudah ditipu karena kebaikannya sendiri.
Memang, lemah-lemah teles sek neng ndhuwur sek mbales,
tetapi tetap saja ada rasa kasihan kepada orang-orang baik seperti mereka.
Hubungan pertemanan kami pun harus berakhir,
Setelah aku tahu temanku itu ternyata jalang.
Aku paling benci kepada orang-orang jalang.
Pernah dia cerita kepadaku,
ada ayam salah berkokok sewaktu dia di desa,
dan ternyata dia hamil.
Dia sangat ketakutan,
dia kemudian bernazar, tidak akan bermesum ria lagi,
secara rutin dia beribadah pada jam-jam tertentu.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Katanya dia tidak hamil lagi.
Tidak tahu, memang dia yang tidak hamil sejak awal,
atau mungkin mitos ayam berkokok benar-benar tidak ada,
atau mungkin bisa jadi tuhan sedang galau atas kehamilannya.
Kalau urusan mesum tuhan tidak masuk hitungan,
beberapa waktu kemudian aku malah menangkap basah dia sedang bermesum ria,
aku memang tidak melihatnya, tetapi hanya mendengarkannya saja.
-------------------------------------------------------------------
Sempat terlintas di pikiranku,
apakah semua cum laude hidupnya jalang?
Terlihat akademik sekali di depan tetapi ternyata jalang di belakang?
---------------------------------------------------------------------
Ijazah cuma selembar bukti kuantitas.
Kualitas siapa yang tahu?
--------------------------
Ketika seorang guru memberikan angka 8,
apakah dia benar-benar yakin murid tersebut pantas diberikan angka 8?
Apakah guru tersebut yakin murid itu mengerjakan secara jujur?
Apakah guru tersebut yakin murid itu memang mampu mengerjakan, bukan secara kebetulan?
Aku pernah bertanya kepada seorang guru,
bagaimana hukumnya kepada murid yang tidak jujur tetapi nilainya bagus?
Katanya biarkan saja,
biarkan saja dia menanggungnya sendiri di masa depan, maksudnya sewaktu sudah bekerja.
Apakah dia nanti benar-benar mampu atau tidak.
Guru tersebut menjawabnya tanpa memikirkan murid-murid yang nilainya lebih rendah.
Aku tidak bertanya lagi,
aku khawatir nanti cuma akan dijawab : lemah-lemah teles, sek neng ndhuwur sek mbales.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Ketika banyak murid-murid lulus sekolah,
tetapi mereka tidak bisa bekerja,
entah karena memang tidak berkualitas, atau mungkin ijazah yang tidak memadahi,
siapa yang merasa bersalah?
Siapa yang bisa disalahkan?
Menurutku salah si murid sendiri yang bersekolah,
Kenapa juga mereka tidak berkualitas?
Kenapa juga ijazah mereka tidak memadai?
Kalau memang itu fakta yang terjadi,
buang saja ijazahmu, anggap tak pernah punya ijazah.
Selesai?
Ya, memang harus begitu.
Lalu bagaimana dengan biaya, waktu, perjuangan, kejujuran, dan segala macam kebodohan selama proses mendapatkan ijazah?
Yah..? Yang namanya penyesalan selalu ada di belakang.
Aku akan menjawab itu dengan ngakak.
-----------------------------------------
Turut bersuka cita atas murid-murid yang sudah berijazah,
walau pun kalian pengangguran, setidaknya kalian adalah pengagguran yang berijazah.. :D
salam #mawarnakal dari bangku pendidikan ;)
Jumat, November 01, 2013
Bu, Mengapa Ayam Dapat Mendengar, Tetapi Saya Tidak?
Membaca kalimat pertanyaan tersebut rasanya sungguh mengerikan.
Aku sudah bisa memperkirakan siapa yang menanyakan hal itu.
Mungkin kalau aku yang ditanya..?
Aku akan menjawab seperti ini.
Kamu tahu malaikat?
Di dalam dongeng-dongen dan di dalam kitab suci, malaikat adalah makhluk yang sempurna.
Fisik mereka sempurna,
kalau malaikatnya laki-laki wajahnya tampan,
kalau malaikatnya perempuan wajahnya cantik.
Mungkin si anak tadi anak akan mengangguk. Mungkin.
Aku sangat berharap dia pernah mendengat kata malaikat, dan sedikit mengerti tentang tokoh yang bernama malaikat.
Kamu tahu kalau kamu adalah malaikat?
Salah satu tugas malaikat adalah memberikan kabar baik, kabar yang benar tentunya.
Tidak ada malaikat yang berbohong satu kali saja.
Malaikat adalah sosok yang jujur.
Kamu bisa mengatakan kabar baik kepada orang lain, kepada banyak orang.
Katakanlah, bisa mendengar adalah sesuatu yang menyenangkan.
Itu adalah sebuah kebenaran.
Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti itu,
oleh karena itu, pergunakanlah dan rawatlah telingamu dengan baik dengan cara mendengarkan segala sesuatu yang baik.
Kamu memiliki kekurangan tidak bisa mendengar,
aku sangat yakin sekali kamu memiliki kelebihan yang lain.
Dan juga, sebenarnya kamu adalah guruku,
aku belajar banyak dari kamu.
--------------------------------
Status di sosmed tersebut adalah status adik angkatanku yang ternyata mengajar di sebuah sekolah luar biasa.
Sekolah Luar Biasa adalah hal yang membuatku tertarik setelah rumah sakit jiwa.
Aku dulu punya cita-cita yang sungguh aneh,
Aku ingin menjadi sukarelawan di rumah sakit jiwa.
Aku kurang tahu apakah karena kedua alasan ini aku dulu ingin belajar psikologi?
----------------------------------------------------------------------------------
Pelajaran tidak selalu didapatkan dari orang yang memiliki kelebihan,
tetapi juga bisa dari orang lain yang memiliki kekurangan.
Kali ini aku akan sedikit membual,
semua ada hikmahnya, semuanya kembali kepada diri sendiri yang akan merenungkannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini tanpa salam #mawarnakal :(
Rabu, Oktober 30, 2013
Tidak Bisa Menulis
Memaksakan diri untuk menulis rasanya sungguh membuat diri sendiri merasa seperti orang bodoh.
Seperti sewaktu diajak orang berbicara,
ketika ditanya hal yang sepele tetapi tidak bisa menjawabnya dengan mudah begitu saja.
Untuk menjawab pertanyaan yang sepele harus memikirkan secara mendalam dengan memikirkan berbagai filosofi per kata yang nantinya akan digunakan.
Ini adalah fase yang sungguh mengerikan.
Ini adalah fase terbodoh yang pernah aku ketahui.
Catatan Cinta Seorang Pelacur
Kenapa nama mawar, atau nama bunga indah lainnya seringkali
dijadikan sebagai nama samaran korban pelecehan seksual?
Apa karena semua yang
cantik dan menarik sudah diseragamkan untuk dilecehkan?
Atau mungkin sengaja
dibiasakan untuk dilecehkan?
Aku suka mawar karena mawar adalah bunga yang indah.
Semua orang punya sisi indahnya masing-masing, begitu juga sisi buruknya.
Seperti kelopak bunga mawar, dan tentu juga durinya.
Semua orang punya sisi indahnya masing-masing, begitu juga sisi buruknya.
Seperti kelopak bunga mawar, dan tentu juga durinya.
Bunga mawar tidak munafik menurutku, mewakili sekali bentuk manusia.
Bukan berarti bunga yang lain tidak bisa mewakili manusia
pada umumnya.
Bunga bangkai contohnya, terlihat besar, megah dan mewah, tetapi ternyata
menghasilkan bau yang sangat busuk. Itu mewakili manusia sekali, terlihat
istimewa dari jauh, dan dari dekat ternyata..?
Ingat bunga bangkai aku menjadi ingat dengan lelaki.
Kenapa
nama samaran di berita kriminal tidak ada yang menyebutkan penjahat kelamin
seperti laki-laki sebagai bunga bangkai?
Apa mereka special sehingga tidak pernah dipublikasikan
kebusukannya?
Apa cuma perempuan saja yang layak disebut jalang?
apa cuma perempuan saja yang pantas dibilang murahan?
Apa cuma perempuan saja yang layak disebut jalang?
apa cuma perempuan saja yang pantas dibilang murahan?
Padahal lelaki jalang berjumlah tidak sedikit.
Banyak yg menjual diri demi hanya mendapat selangkangan, atas nama cinta.
Banyak yg menjual diri demi hanya mendapat selangkangan, atas nama cinta.
Ada yang menggoda dengan menyombongkan diri, membuat semua
perempuan terpesona.
Ada juga yang mencari akal untuk dikasihani agar bisa meminta ini itu.
Apakah itu tidak jalang?
Harga diri mereka digadaikan dengan kepura-puraan, apa tidak murahan?
Ada juga yang mencari akal untuk dikasihani agar bisa meminta ini itu.
Apakah itu tidak jalang?
Harga diri mereka digadaikan dengan kepura-puraan, apa tidak murahan?
Berbagai nama bunga yang indah tidak lebih hanya sebagai
cemoohan dan alasan-alasan lain yang hina.
"Sebut saja bunga" , apa tidak ada yang lain?
------------------------------------------------------------------
Ini adalah prolog novel, " Rosena, catatan cinta seorang pelacur ".
Buku ini nantinya akan menceritakan perjalanan cinta seorang pelacur, seperti kumpulan cerpen, tetapi bab satu dengan bab yang lainnya nanti terkait.
Tentunya tokoh utamanya bernama rosena, nama kesukaanku.. :D
Tetapi,
Novel ini tidak jadi dilanjutkan, padahal sudah berjalan beberapa bab,
alasan utamanya adalah aku sudah berpikiran buruk nantinya novel ini akan menjadi aib apabila diterbitkan.
Aku takut dengan pertanyaan :
Apa tidak ada yang bisa dibahas selain pelacur?
Apa tidak ada sesuatu yang lebih baik yang bisa dibahas?
----------------------------------------------------------
Aku tertarik dengan pelacur,
Aku tidak melihat dari sisi mesum,
Aku melihatnya dari sisi kepribadiannya.
Aku melihatnya dari sisi kepribadiannya.
Bagaimana bisa seseorang seseorang hidup di 2 dunia?
Menurutku ini adalah profesi yang cukup sulit.
Di sisi lain dia harus mau melayani nafsu mesum siapa saja yang menginginkannya,
tetapi di sisi lain dia harus menjalani kehidupan sehari-hari seperti manusia biasa pada umumnya.
Ada yang harus menyimpan profesinya sebagai pelacur.
Menyembunyikan sesuatu, apalagi yang tidak baik, adalah hal yang cukup berat.
Ada yang secara terang-terangan mempublikasikan profesinya.
Menurutku bukan karena tidak punya malu, tetapi aku lebih memandangnya sebagai sarana pelampiasan atas susahnya kehidupan yang dia jalani.
Pengakuan sebagai seorang pelacur adalah sebuah perlawanan.
" Aku adalah pelacur, kamu lantas mau apa? "
Sungguh heroik sekali kalimat tersebut.
----------------------------------------------------------------
Aku tertarik kepada pelacur, yang seringkali dibilang orang adalah perempuan kemayu, kegatelan, mentel, tidak tahu diri, dsb.
Ya.. Menurutku mereka harus berperilaku kementel-mentel karena profesi mereka memang menuntut mereka seperti itu.
Lain halnya dengan perempuan norak sok kekinian yang berperilaku kementel-mentel,
entah kenapa aku selalu ingin melemparnya dengan kursi kalau melihat wanita menjijikan seperti itu.
entah kenapa aku selalu ingin melemparnya dengan kursi kalau melihat wanita menjijikan seperti itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada yang lucu ketika aku membandingkan seorang pelacur dan seorang perempuan norak.
-Pelacur memamerkan tubuhnya agar memancing birahi orang yang melihatnya.
-Perempuan norak memamerkan tubuhnya, tetapi sudah tidak ada lagi yang penasaran dengannya. Dan tak jarang pula ada yang langsung menghakimi dia dengan perempuan murahan.
Ini adalah hal konyol yang sering aku lihat,
banyak yang berpikir apabila dengan berpakaian seksi (sebut saja norak) maka banyak orang yang akan tertarik/ penasaran dengannya. Jawabannya tidak.. xD
banyak yang berpikir apabila dengan berpakaian seksi (sebut saja norak) maka banyak orang yang akan tertarik/ penasaran dengannya. Jawabannya tidak.. xD
Salam #mawarnakal ;)
Langganan:
Postingan (Atom)





